Mitigasi Dampak Polusi hingga Asap Karhutla, BMKG Gelar Pemantauan Kualitas Udara

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Udara bersih merupakan hak setiap orang, termasuk mereka yang beraktivitas di tengah kota maupun masyarakat yang setiap hari menghadapi paparan polusi serta dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Tim Informasi Pencemaran Udara Direktorat Layanan Iklim Terapan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Dwi Atmoko mengatakan, kualitas udara dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk cuaca dan iklim.

Baca Juga :
BMKG: Awal Musim Hujan di RI Mundur 30 Hari Imbas El Nino, Durasi Lebih Pendek
Kualitas Udara Palangka Raya Masih Berbahaya, Disdik Perpanjang PJJ hingga 28 Oktober

"Karena itu, BMKG menyediakan prakiraan kualitas udara yang disiarkan melalui kanal resmi pemerintah, agar masyarakat dapat memantau kondisi udara dan lebih siap menyesuaikan aktivitasnya," kata Dwi dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).

Hal itulah yang membuat BMKG dan sejumlah stakeholder terkait seperti misalnya Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Udara Anak Bangsa (Bicara Udara), kerap bersinergi dalam melakukan pemantauan kualitas udara khususnya di Jakarta.

Sinergi itu misalnya tercermin pada momentum MyBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026, dimana BMKG, Bicara Udara, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Medical Director Jakarta Running Festival, serta dokter spesialis paru, bersama-sama melakukan pemantauan kualitas udara selama penyelenggaraan acara.

Mereka bersama-sama mengajak masyarakat melihat kualitas udara bukan sekadar faktor yang memengaruhi aktivitas dan performa olahraga, melainkan juga persoalan kesehatan dan hak dasar yang perlu diperjuangkan bersama.

Sebagai Air Quality Partner JRF 2026, Co-Founder Bicara Udara, Novita Natalia mengatakan, berlari merupakan aktivitas yang dekat dengan kehidupan banyak orang, meskipun masyarakat juga perlu menyadari bahwa kualitas udara yang dihirup tidak selalu ideal.

"Melalui kolaborasi dengan JRF, kami ingin membantu pelari memahami informasi kualitas udara dan menjadikannya bagian dari persiapan berlari. Kami juga ingin membawa pesan bahwa udara bersih merupakan kebutuhan dan hak setiap orang, di mana pun mereka tinggal," kata Novita.

Sebagai bukti kepedulian, Bicara Udara pun menghadirkan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan pemahaman pelari mengenai kualitas udara, sekaligus memperluas kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak pencemaran udara.

Inisiatif tersebut meliputi peluncuran buklet edukasi "Run Smart, Breathe Easy: An Air Quality Guide for Pelari Kalcer", pemantauan kualitas udara di sekitar area acara, serta kampanye solidaritas bagi masyarakat di Kalimantan dan Sumatera.

Baca Juga :
Prabowo Gelontorkan Rp200 Miliar Buat Tangani Karhutla di Sumatera Selatan
BMKG Kerahkan 15 Pesawat untuk Modifikasi Cuaca di Tiga Provinsi
TNI Kerahkan 3 Pesawat Angkut untuk Tangani Karhutla di Kalimantan, Bawa 10 Ton Material OMC

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Tak Gunakan Maskapai Transit Singapura dan Malaysia, Ini Alasannya
• 5 jam laludisway.id
thumb
Kecelakaan BYD Lindas Ojol, Polisi Dalami Fungsi Gas dan Rem
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Gibran Temui Nelayan Cilacap, Minta Penyaluran Solar Subsidi Diawasi dan Kendala Perizinan Segera Diselesaikan
• 9 jam lalupantau.com
thumb
RI Tunda Ekspor Listrik ke Negara lain, Bahlil Sebut Data Center Butuh 20 GW
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Psikolog Khawatirkan Tren Orang Tua Pakai Jasa Polisi Anak: Bagaimana ketika Anak Sudah Dewasa Lihat Videonya?
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.