BYD membuka akses fasilitas flash charger untuk bisa diakses oleh semua pengguna mobil listrik, tak harus merek BYD maupun Danza.
Langkah ini diambil pabrikan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri. Ketersediaan stasiun pengisian daya ini diharapkan mampu mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan secara nasional.
Head of Public and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa keleluasaan akses pengisian daya ini mengacu pada standar jenis soket yang digunakan oleh mayoritas mobil listrik saat ini.
"Flash charger kami dapat melayani seluruh mobil yang menggunakan CCS2. Karena tujuan utamanya adalah pengembangan ekosistem kendaraan EV yang lebih masif dan complete," ujar Luther kepada kumparan, Rabu (21/10).
Meski terbuka untuk umum, Luther menjelaskan tingkat kecepatan arus listrik yang masuk ke dalam baterai kendaraan di luar merek BYD tetap bergantung pada batas kemampuan penerimaan daya pada masing-masing mobil.
Penyerapan daya maksimal tidak serta-merta sama dengan kemampuan pengisian pada unit BYD atau Danza generasi terbaru.
"Namun memang untuk optimalisasi kecepatan lebih disarankan digunakan oleh produk dengan teknologi Blade Battery BYD Generasi 2," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa lini kendaraan dari merek lain yang mengisi daya di stasiun tersebut akan menyesuaikan batas alokasi daya bawaan mobil, sehingga tidak akan secepat penyerapan Flash Charging pada lini BYD dan Danza.
Sesuai target, perusahaan akan mengoperasikan 10 fasilitas flash charger yang tersebar di mitra diler BYD maupun Danza.





