Bola.com, Jakarta - Ketegasan klub-klub BRI Super League 2026/2027 dalam mengambil keputusan untuk mendepak pelatihnya juga dialami oleh beberapa klub di regional Asia Tenggara.
Liga Thailand ternyata juga berani mengambil langkah tegas jika klub tak mencapai performa oke di musim ini.
Sejauh ini, sejumlah klub BRI Super League 2026/2027 telah mengambil kebijakan yang tegas terhadap pelatihnya.
Lantaran tak mampu membawa tim besutannya bersaing di awal musim, para pelatih ini harus kehilangan pekerjaan lebih cepat.
Memasuki pekan ketujuh, setidaknya sudah ada empat pelatih yang dicopot dari posisinya. Persijap Jepara menjadi tim yang paling kejam karena sudah memecat dua pelatihnya di awal musim, yakni Juan Cortes dan Mario Lemos.
Setelah itu, disusul PSIM Yogyakarta yang resmi berpisah dengan Jean-Paul van Gastel. Yang terbaru, ada Arema FC yang kini sudah resmi mengakhiri hubungan dengan pelatih asal Brasil, Marcos Santos, karena hasil buruk.
Jika dibandingkan dengan beberapa kompetisi di regional Asia Tenggara, fenomena depak-mendepak pelatih pada awal musim sebetulnya bukan hal yang aneh.
Sebab, ada beberapa klub di ASEAN yang sudah mendepak pelatihnya karena hasil buruk.
Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.




