Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, disebut-sebut menyerupai kasus “Koper Merah” di Kediri.
Disclaimer: Berita ini mengandung informasi tentang aksi kekerasan atau pembunuhan yang mungkin bisa memicu rasa tidak nyaman bagi pembaca.
Adapun kasus “Koper Merah” merupakan kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi yang terjadi pada Januari 2025 lalu.
Pelakunya adalah Antok, sedangkan korbannya adalah Uswatun Hasanah. Dalam kasus ini, pelaku menghabisi korban di sebuah kamar hotel lalu memutilasinya. Setelah itu, jasad korban dimasukkan ke dalam koper berwarna merah sebelum dibuang.
- Istimewa
Terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur menilai tindakan terduga pelaku mengingatkannya pada kasus “Koper Merah”.
Terduga pelaku berinisial DBM diduga melakukan serangkaian tindakan untuk menghancurkan jasad korban berinisial DH dan AG mulai dari pembakaran hingga penggilingan.
Menurutnya, aksi DBM tersebut membuat proses pencarian barang bukti menjadi lebih sulit.
"Gerakannya sama seperti kasus ‘Koper Merah’. Tapi ini lebih kejam. Jasadnya dibakar, dimutilasi, lalu digiling," ujarnya, Senin (26/10/2026).
Meski menghadapi tantangan, pihaknya terus mengembangkan penyelidikan untuk menemukan sisa-sisa jasad korban. Sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut juga turut diamankan untuk pengembangan kasus.
"Karena dihancurkan, digiling seperti itu, kita kesulitan menemukan jasad korban. Kita sudah amankan barang bukti dan masih melakukan pengembangan mencari sisa-sisa di sekitar TKP," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, DH (30) diduga dibunuh oleh DBM suami tirinya. Begitu juga AG (4) yang diduga dibunuh oleh pria tersebut.
Penangkapan dan pengungkapan kasus itu bermula dari adanya laporan hilangnya DH dan AG yang berasal dari Bogor.
Setelah itu, polisi melakukan penyelidikan atas laporan hilangnya DH dan AG yang berujung pada dugaan pembunuhan
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Roy Sihombing mengatakan pembunuhan diduga terjadi di sebuah kamar hotel di Madiun.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, DH diduga menjadi korban pertama. Setelah itu, AG menjadi korban selanjutnya.




