Gelombang Protes Disertai Kekerasan Kembali Merebak di Sejumlah Negara Eropa, Militer dan Polisi Siaga Penuh

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

Pada Sabtu (24 Oktober), selain kerusuhan yang terus berlanjut di Prancis, demonstrasi juga terjadi di sejumlah negara Eropa lainnya, termasuk Italia, Spanyol, Belgia, dan Albania. Pemicu aksi protes tersebut antara lain tingginya biaya hidup, masalah pendidikan, dan korupsi pemerintah.

Di berbagai tempat, demonstrasi berkembang menjadi aksi kekerasan. Sementara itu, pemerintah di negara-negara terkait memperketat pengamanan dan mengambil langkah-langkah hukum untuk menangani situasi darurat.

EtIndonesia.com Pada Sabtu (24 Oktober), aksi demonstrasi di Bologna, Italia, berkembang menjadi kerusuhan. Para demonstran melemparkan botol, batu, dan petasan ke arah polisi. Polisi kemudian menggunakan gas air mata dan meriam air bertekanan tinggi. Kedua belah pihak dilaporkan mengalami korban luka.

Bentrok sengit juga terjadi di Turin. Para demonstran melemparkan batu dan botol serta berusaha menerobos barisan polisi. Petugas kepolisian menggunakan tongkat pemukul dan gas air mata untuk membubarkan massa.

Di Roma, sejumlah demonstran menyimpang dari rute yang telah ditentukan dan menerobos masuk ke Colosseum, amfiteater kuno Romawi, sehingga berhadapan dengan petugas keamanan. Saat itu, masih terdapat wisatawan di dalam lokasi tersebut. Beruntung, tidak ada kerusakan pada bangunan dan tidak ada korban luka.

Pada malam hari, bentrokan kembali pecah antara para demonstran dan polisi di pusat kota Roma. Polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan massa.

Menurut kepolisian, 11 orang telah diserahkan kepada otoritas peradilan, sementara 96 orang, termasuk enam anak di bawah umur, dibawa ke kantor polisi.

Pada Selasa pekan ini, pemerintah Italia telah menyetujui serangkaian langkah pengamanan baru, termasuk pemberian sanksi terhadap tindak pidana seperti keterlibatan dalam demonstrasi yang disertai kekerasan.

Pada hari yang sama, demonstrasi juga pecah di pusat kota Barcelona, Spanyol, di sekitar Plaça de Catalunya. Para demonstran bertopeng menjarah toko-toko, membakar fasilitas di jalanan, dan melemparkan batu ke arah polisi.

Rekaman yang diambil saksi mata memperlihatkan polisi dalam kondisi siaga penuh. Para demonstran membakar tempat sampah dan berhadapan langsung dengan petugas kepolisian.

Polisi Catalonia mengerahkan sejumlah besar personel. Pada hari itu, sekitar 100 orang ditangkap.

Di Brussel, ibu kota Belgia, demonstrasi mahasiswa juga pecah. Ratusan demonstran berkumpul di stasiun pusat, dan bentrokan fisik terjadi antara polisi dan para demonstran.

Di Tirana, ibu kota Albania, aksi protes telah memasuki hari kedelapan. Demonstrasi pada Sabtu berlangsung sengit. Para demonstran melemparkan batu ke arah polisi dan menuntut Perdana Menteri Edi Rama mengundurkan diri. Polisi mengerahkan meriam air untuk membubarkan massa.

Gelombang kerusuhan ini melanda sejumlah negara Eropa. Aksi protes bermula dari persoalan biaya hidup, pendidikan, dan perumahan. Namun, menurut laporan ini, sebagian besar aksi kekerasan dan bentrokan dipimpin serta dihasut oleh kelompok sayap kiri ekstrem dan kaum radikal.

Pemerintah di berbagai negara kini berupaya menangani situasi tersebut melalui peningkatan pengamanan dan penerapan langkah-langkah hukum.

Laporan New Tang Dynasty TV: Hong Qiji dan Chi Xiao.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Setujui Percepatan Bantuan Beras 30 Kg untuk 33,2 Juta Keluarga, Zulhas Targetkan Tuntas Sebelum Desember
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Komisi PBB Tegaskan Israel Lakukan Kejahatan Perang di Gaza Meski ada Gencatan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Atlet Panjat Tebing Indonesia Tembus 3 Besar Ranking Dunia, Permulus Jalan ke Olimpiade 2028
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Perkuat Mitigasi, Ratusan Anggota Damkar Dilatih Hadapi Berbagai Situasi Kedaruratan
• 13 jam laluokezone.com
thumb
KPK Buka Suara soal Uang Diserahkan PCNU terkait Kasus Kementerian ATR
• 44 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.