Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam menangani kasus judi online (judol). Menurutnya, belum genap sebulan menjabat, Suyudi sudah melakukan penanganan terhadap markas judi online yang jaringannya lintas negara.
Hal itu disampaikan Meutya saat bertemu Suyudi di Mabes Polri, Selasa (27/10).
“Kami mengapresiasi Pak Kapolri yang belum genap satu bulan, ini sudah terjadi penanganan terhadap salah satu markas judi online yang jaringannya tidak hanya lokal, tapi juga lintas negara,” kata Meutya di Mabes Polri, Selasa (27/10).
Ia berharap kolaborasi antara Komdigi dan Polri dapat semakin menekan angka judi online di Indonesia. Menurutnya, praktik perjudian daring menjadi salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat.
“Kami meyakini sekali dengan kolaborasi yang akan kita giatkan lebih kuat lagi ke depan, maka kita dapat menekan angka judi online di tanah air,” ujarnya.
Meutya mengatakan, selain judi online, laporan masyarakat yang diterima Komdigi juga mencakup jual beli data, penipuan daring, pornografi, perundungan, misinformasi, hingga penyebaran hoaks.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak bisa ditangani Komdigi sendiri. Karena itu, diperlukan kerja sama dengan Polri melalui langkah pencegahan dan penegakan hukum.
“Karena itu kolaborasi dengan Polri menjadi amat penting dalam kerangka gabungan antara langkah preventif dan langkah enforcement,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto berharap penguatan MoU dengan Kementerian Digital dan Komunikasi dapat menekan permasalahan digital di Indonesia.
“Dengan penguatan MoU yang baru saja kita lakukan bulan April lalu bisa semakin mewujudkan apa yang diharapkan oleh masyarakat: keamanan digital nasional di Indonesia,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.





