3 Tahun Rembuk Pemuda: Jangkau 29 Provnisi, Perkuat Kolaborasi Membangun Indonesia

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Rembuk Pemuda memasuki tiga tahun perjalanan sejak awal berdiri. Gerakan pemuda itu kini telah membangun jaringan di 29 provinsi di Indonesia.

Founder Rembuk Pemuda Aidil Afdan Pananrang menyoroti pentingnya kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menjawab persoalan pembangunan Indonesia.

BACA JUGA: Menjelang Seabad Sumpah Pemuda: Tantangan Presiden Prabowo Memberantas Oligarki dan Merajut Keadilan Sosial

Aidil menilai bahwa persoalan pembangunan Indonesia membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, bukan hanya aktivis atau organisasi kepemudaan.

Pengusaha, profesional, akademisi, komunitas, dan berbagai kelompok lainnya memiliki perspektif serta kapasitas yang dapat saling melengkapi dalam menjawab persoalan bangsa.

BACA JUGA: Pemkot Tangsel & GPS Latih Pemuda Masjid Terampil Coding hingga Konten Digital

“Menurut saya, tantangan terbesar gerakan orang muda hari ini adalah bagaimana menjembatani gagasan dengan aksi. Persoalan Indonesia tidak bisa diselesaikan dari satu perspektif saja,” ucap Aidil, pada Senin (26/10).

“Banyak anak muda memiliki ide besar dan inisiatif yang baik, tetapi bagaimana semua potensi itu bisa saling terhubung, bekerja sama, dan membangun sesuatu yang dampaknya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang? Di situlah pentingnya kolaborasi,” lanjutnya.

BACA JUGA: SRE Indonesia Gandeng Pemuda Bali-NTB Kelola Energi Terbarukan Lewat Program REAL

Bagi organisasi ini, perluasan jaringan bukan semata-mata tentang jangkauan geografis, melainkan upaya menghubungkan potensi orang muda dengan kebutuhan masyarakat dan isu pembangunan di daerah masing-masing.

Jaringan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pertukaran perspektif, penguatan kapasitas, dan kolaborasi lintas wilayah maupun lintas sektor.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif di sejumlah bidang. Dalam pemberdayaan perempuan, Rembuk Pemuda menyelenggarakan Women Empowerment Symposium di Bali.

Di sektor pendidikan, gerakan Peduli Pendidikan menjangkau wilayah pelosok Papua Tengah. Sementara itu, inisiatif penanaman mangrove menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan di berbagai provinsi.

Di bidang ketahanan pangan, Rembuk Pemuda mengembangkan Brigade Pangan Rembuk Pemuda untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.

Rembuk Pemuda juga terlibat dalam aksi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana, termasuk penanganan dampak banjir di Sumatera dan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Ragam inisiatif tersebut mencerminkan luasnya ruang kontribusi orang muda, mulai dari pemberdayaan masyarakat, akses pendidikan, keberlanjutan lingkungan, dan ketahanan pangan hingga respons kemanusiaan.

Isu-isu tersebut membutuhkan pendekatan yang beragam sekaligus keterlibatan berbagai pihak agar upaya yang dilakukan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih relevan.

Namun, Aidil menekankan bahwa banyaknya inisiatif dan luasnya jaringan perlu diikuti dengan penguatan kualitas gerakan.

Kolaborasi tidak cukup dibangun melalui pertemuan atau kesamaan visi, tetapi memerlukan pemahaman yang mendalam terhadap persoalan, kemampuan melihat berbagai perspektif, dan komitmen untuk mengembangkan gagasan menjadi solusi.

“Persoalan pembangunan tidak bisa selalu dijelaskan melalui kesimpulan sederhana karena setiap persoalan memiliki konteks, dinamika, dan kepentingan yang perlu dipahami,” kata dia.

Aidil juga menekankan pentingnya mendorong lahirnya organic intellectual atau intelektual organik, yakni individu yang mampu memahami persoalan dari bidang dan lingkungan sosialnya, membangun pemikiran berdasarkan realitas yang dihadapi, serta terlibat dalam upaya mencari solusi.

Dalam konteks gerakan orang muda, pendekatan ini menempatkan pengetahuan dan pengalaman sebagai dasar untuk menghasilkan kontribusi yang relevan bagi masyarakat.

“Bagi kami, penting untuk melahirkan organic intellectual dari kalangan anak muda—mereka yang memahami persoalan di bidangnya masing-masing dan tidak berhenti pada kritik, tetapi turut mengambil bagian dalam mencari solusi,” ucapnya.

Adapun, Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 (RNPI-3) akan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di The Tribrata Hotel, Jakarta.

Menjelang penyelenggaraan forum nasional tersebut, Rembuk Pemuda ingin mempertemukan pengalaman, perspektif, dan inisiatif orang muda dari berbagai daerah sebagai ruang untuk memperluas dialog dan membuka peluang kolaborasi.

RNPI-3 diharapkan tidak hanya menjadi forum pertemuan, tetapi juga momentum untuk memperkuat hubungan antarinisiatif yang selama ini berkembang di berbagai wilayah.

Melalui pertukaran pengalaman dan gagasan, peserta diharapkan dapat mengenali tantangan bersama, memahami perbedaan konteks daerah, serta menemukan ruang kerja sama yang memungkinkan kontribusi mereka berkembang lebih luas.

“Jaringan yang kita bangun tidak boleh berhenti pada struktur organisasi atau pertemuan. Anak-anak muda di berbagai daerah perlu memiliki ruang untuk saling belajar, memperkuat kapasitas, dan bekerja bersama menjawab persoalan yang ada,” tegas Aidil.

Memasuki tahun ketiganya, Rembuk Pemuda memandang penguatan ekosistem gerakan sebagai proses jangka panjang.

Bagi Rembuk Pemuda, ukuran keberhasilan gerakan tidak semata-mata terletak pada luasnya jaringan atau banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga pada kemampuan membangun kerja bersama yang konsisten dan menghasilkan manfaat.

“Melalui semangat Berembuk, Beraksi, dan Berdampak, Rembuk Pemuda ingin mendorong agar gagasan orang muda tidak berhenti sebagai wacana, melainkan berkembang menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat dan masa depan Indonesia,” tambahnya. (dit/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai El Clasico, Flick Pusing Krisis Cedera Barcelona Makin Parah, Stok Bek Kanan Sudah Habis
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Kabar Baik untuk Ribuan Pekerja PT PWI yang Terkena PHK, Semoga Segera Ada Perusahaan Baru
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Daftar Negara Paling Doyan Judi Online, 1 dani 3 Warganya Main Judol
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sempat Ada Kebakaran di MT Haryono, Lalin Cawang Arah Pancoran Macet
• 7 jam laludetik.com
thumb
Tantowi Yahya Sentil Pemerintah: Beda Suara Pejabat, Bisa Fatal bagi Diplomasi Indonesia
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.