TNI AU Datangkan Hujan Buatan untuk Atasi Karhutla di Sumatera Selatan

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil mendatangkan hujan buatan untuk membantu memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan pada Senin (26/10).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI Fer Yunaldi menjelaskan bahwa hujan tersebut merupakan hasil operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan bersama sejumlah instansi pemerintah. 
Yunaldi juga mengatakan, operasi ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menangani karhutla, terutama di kawasan lahan gambut yang terdampak.

Baca Juga :
Singapura Perkuat UU Kabut Asap, Bidik Perusahaan yang Bertanggung Jawab
Kemenhub: Tidak Ada Bandara Ditutup karena Karhutla

"Operasi ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk mendukung penanganan karhutla, terutama di kawasan gambut terdampak," kata Feri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, OMC dilaksanakan melalui kerja sama TNI AU, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pemerintah daerah.

Setiap instansi berkontribusi sesuai tugasnya, mulai dari penyediaan pesawat dan personel, analisis kondisi cuaca, penyiapan bahan semai, hingga koordinasi pelaksanaan operasi.

Dalam operasi tersebut, TNI AU mengerahkan satu pesawat C-130 Hercules dan dua pesawat CASA C-212. Operasi ini juga didukung dua pesawat milik BNPB untuk membawa bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan es kering (dry ice). Kedua bahan tersebut digunakan dalam proses modifikasi cuaca untuk membantu pembentukan hujan.

Hasilnya, hujan terpantau turun di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Musi Rawas, Muara Enim, serta Kota Palembang.

Feri mengatakan, perkembangan cuaca dan kondisi atmosfer terus dipantau untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pelaksanaan operasi selanjutnya.

"Perkembangan cuaca dan kondisi atmosfer terus dipantau sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan operasi selanjutnya," kata Feri.

Ia menegaskan, TNI AU akan terus menyiagakan pesawat angkut untuk mendukung operasi modifikasi cuaca di wilayah yang mengalami karhutla.

"TNI AU terus mendukung upaya mitigasi karhutla di Sumatera Selatan. Hujan yang turun diharapkan membantu menjaga kelembapan lahan gambut dan mendukung upaya pengendalian kebakaran di wilayah terdampak," tutup Feri. (ANT)

Baca Juga :
BNPB Habiskan 14,3 Ton Bahan Semai untuk Tangani Karhutla di Sejumlah Wilayah
Menhut Tegaskan Pemerintah Bertanggung Jawab Tangani Karhutla di Sumsel
Kalteng Paling Parah! 3.392 Hektare Lahan di Kalimantan Masih Terdampak Karhutla

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Kucurkan Rp883,4 Miliar untuk Diskon Tiket Transportasi Nataru 2026/2027
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
PIHPS catat harga cabai rawit Rp111.600/kg, telur ayam Rp29.350/kg
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Perkuat Mitigasi, Ratusan Anggota Damkar Dilatih Hadapi Berbagai Situasi Kedaruratan
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Hari Pertama Operasi Patuh 2026, Satlantas Polres Pelabuhan Makassar Turun ke Jalan Edukasi Pengendara
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Bea Cukai Imbau Masyarakat yang Mau Bawa Emas ke Luar Negeri untuk Laporan
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.