JAKARTA — Kesiapan tenaga kerja menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan perusahaan dalam menyusun strategi pertumbuhan bisnis pada 2027. Di tengah dinamika global, persaingan usaha, dan perubahan kebutuhan pelanggan, perusahaan perlu memastikan pekerja memiliki keterampilan yang sesuai serta didukung pengelolaan kerja yang efektif.
Perusahaan penyedia solusi tenaga kerja berbasis teknologi, Staffinc, menilai pertumbuhan bisnis perlu diimbangi dengan kesiapan pekerja. Pembagian peran yang jelas, pengembangan keterampilan, dan pemanfaatan teknologi dinilai dapat membantu perusahaan menjaga produktivitas sekaligus beradaptasi terhadap perubahan.
Baca Juga
Pemerintah Kaji Insentif Kendaraan Hybrid, Bidik Pengajuan Tahun Ini
Wamenko Perekonomian Imbau Investor Ritel Cek Valuasi Saham Sebelum Ambil Keputusan Investasi
Mudik Gratis Nataru Dibuka 2 Desember, Kemenhub Siapkan 70 Bus
Pandangan tersebut mendasari pendekatan Result Driven Workforce Solutions yang dikembangkan Staffinc. Pendekatan ini memadukan rekrutmen, pemanfaatan teknologi, pelatihan, supervisi, dan perbaikan proses kerja untuk mendukung efektivitas tenaga kerja di lapangan.
Chief Commercial Officer Staffinc, Margana Mohamad, mengatakan bahwa strategi bisnis perlu didukung perencanaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan. Perusahaan harus dibekali mitra yang andal untuk membantu bisnis tumbuh sekaligus memberi pekerja ruang untuk berkembang.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Dalam menyiapkan pertumbuhan bisnis 2027 dan seterusnya, perusahaan perlu memastikan bahwa rencana bisnis didukung oleh kesiapan tenaga kerja secara komprehensif. Setiap pekerja perlu memahami perannya, memiliki keterampilan yang sesuai, dan memperoleh dukungan untuk menjalankan tugas dengan baik,” ujar Margana.
Dalam pelaksanaannya, Staffinc membantu menerjemahkan kebutuhan operasional klien ke dalam penempatan tenaga kerja, pembekalan, dan indikator keberhasilan sesuai karakter pekerjaan. Pengukuran kinerja dapat mencakup ketepatan penyelesaian tugas, akurasi proses, kualitas layanan, hingga tingkat kepuasan pelanggan.
Indikator yang jelas dapat membantu perusahaan mengevaluasi kinerja dan menentukan perbaikan operasional secara berkala. Bagi pekerja, pemahaman terhadap target sejak awal juga memberikan kejelasan mengenai tanggung jawab dan keterampilan yang perlu dikembangkan.
Margana mengatakan, pengelolaan tenaga kerja perlu menghubungkan kebutuhan operasional dengan proses penempatan, pelatihan, dan evaluasi kinerja. Integrasi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas layanan kepada para klien.
“Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, manajemen perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang siap menjalankan tugas dan pengelolaan yang mampu menjaga kualitas operasional dan responsif. Dukungan yang diberikan Staffinc selama ini membantu menyelaraskan antara kebutuhan di lapangan dengan penempatan, pembekalan, dan evaluasi tenaga kerja karena mampu menggunakan ukuran atau target yang jelas dan data kinerja yang terpantau terus-menerus,” jelas Margana.