Dua bus pariwisata dilaporkan menjadi sasaran pelemparan batu oleh orang tidak dikenal di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) pada Jumat (23/10/2026) dini hari. Insiden tersebut menyebabkan kaca samping kiri kedua bus pecah.
PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM) menyatakan, petugas telah melakukan pengecekan lokasi dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki kejadian tersebut.
Polisi juga akan mendalami dugaan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang mengarah pada upaya penghadangan suporter sepak bola.
Berdasarkan keterangan PT JSM yang diterima suarasurabaya.net pada Selasa (27/10/2026), pelemparan pertama terjadi pukul 01.47 WIB terhadap bus pariwisata PO Subur Jaya bernomor polisi K 7688 OM.
Bus yang melaju dari Surabaya menuju Surakarta itu mengalami kerusakan pada kaca sebelah kiri setelah dilempari orang tidak dikenal di KM 739 jalur B.
Pengemudi kemudian melanjutkan perjalanan ke Rest Area KM 726 jalur B untuk melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan.
Insiden serupa terjadi pada Jumat sekitar pukul 02.40 WIB terhadap bus pariwisata PO Fortuna 27 bernomor polisi K 7955 OD. Bus yang berangkat dari Surabaya menuju Boyolali itu juga mengalami kerusakan pada kaca sebelah kiri setelah dilempari batu di sekitar KM 737 jalur B.
Pengemudi selanjutnya menuju Rest Area KM 726 jalur B dan melaporkan kejadian kepada pihak JSM.
Sebelumnya, Samsi pendengar Radio Suara Surabaya, juga melaporkan bus PO Subur Jaya yang ditumpanginya menjadi sasaran pelemparan batu saat melintas di Tol Waru Gunung arah Mojokerto, Jumat dini hari.
Samsi yang dalam perjalanan dari Bali menuju Yogyakarta mengatakan, pelemparan terjadi pada Jumat dini hari, tak lama setelah bus memasuki jalan tol.
“Ada tiga titik kaca yang kena, depan, samping kiri nomor tiga dan empat. Selain itu, kena bodi penyok,” kata Samsi kepada Radio Suara Surabaya.
Menurut Samsi, bus sempat berhenti setelah kejadian. Ia melihat sejumlah orang melarikan diri, termasuk seseorang yang menggunakan sepeda motor. Namun, ia mengaku tidak dapat mengenali pelaku secara jelas karena kondisi di lokasi.
Menindaklanjuti kejadian itu, perwakilan PT JSM bersama Deputy Area Manager Traffic Management PT Jasamarga Tollroad Operator Area Surabaya Mojokerto, Kapolsek Driyorejo, Kanit PJR Jatim II, Kanit PJR Jatim III, Kanit Intel Polsek Driyorejo, serta Bhabinkamtibmas Polsek Driyorejo melakukan konsolidasi dan pengecekan tempat kejadian perkara pada Jumat (23/10/2026) pukul 09.00 WIB.
“Dari hasil peninjauan tersebut, pihak Polsek Driyorejo akan melakukan pendalaman serta proses penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pelaku dan melakukan pengamanan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa demi menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif,” bunyi keterangan resmi PT JSM.
PT JSM menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut dan menyatakan akan terus meningkatkan pelayanan serta melakukan langkah antisipasi terhadap gangguan yang berpotensi mengganggu perjalanan pengguna jalan tol. (saf/ipg)




