Pakar Dorong Penanganan Karhutla Perlu Kolaborasi dan Penegakan Hukum

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, masyarakat, akademisi, dan aparat penegak hukum. Upaya tersebut harus mengutamakan pencegahan dan penanganan kebakaran, tanpa mengesampingkan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Eugenia Mardanugraha menilai, tantangan utama dalam penanggulangan karhutla bukan semata-mata terletak pada membuat kebijakan baru, melainkan juga efektivitas implementasi di lapangan. Menurut dia, pembagian tanggung jawab, koordinasi di lapangan, serta proses pembuktian perlu diperjelas agar penanganan karhutla berjalan lebih efektif dan adil.

Baca Juga
  • BNPB Kerahkan 14 Ton Bahan Semai Atasi Karhutla
  • BMKG Prediksi Hujan di Wilayah Karhutla
  • Karhutla dan Kegagalan Tata Kelola Lingkungan

"Menurut saya, gotong royong dan kolaborasi di Indonesia masih 'berharga mahal'. Maksudnya, kerja sama antarpihak sering membutuhkan biaya koordinasi yang tinggi, baik dalam bentuk waktu, sumber daya, perbedaan kepentingan, tumpang tindih kewenangan, maupun rendahnya kepercayaan di antara para pemangku kepentingan," kata Eugenia dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gelar MESOP Mulai November, SSIA Siapkan 82,34 Juta Hak Opsi
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Hujan 6 Jam Redakan Kabut Asap, Aktivitas Sekolah di Palembang Kembali Normal
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PHR24: Meramu harapan, mengangkat minyak yang terperangkap
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
7 Kebiasaan Orang dengan Integritas Tinggi di Lingkungan Pertemanan
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Soedeson Tandra Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Hak Pihak Ketiga yang Beritikad Baik
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.