Siswa SMA Kristen Petra 4 Sidoarjo Belajar Kode Etik Jurnalistik di Suara Surabaya Media

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Puluhan siswa SMA Kristen Petra 4 Sidoarjo mengikuti kelas jurnalistik di Suara Surabaya Center, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal proses produksi berita, memahami kode etik jurnalistik, hingga membedakan informasi faktual dari hoaks.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program sekolah Excellent Life Skill (ELS) yang diikuti total 52 siswa dalam dua kelas.

Dalam sesi pembelajaran, para siswa mendapatkan materi jurnalistik yang disampaikan Wildan Pratama jurnalis Suara Surabaya Media.

Materi yang diberikan meliputi media pers, kode etik jurnalistik yang akurat berimbang, larangan plagiarisme, pentingnya konfirmasi narasumber, keharusan mempunyai bukti dan melihat secara langsung, unsur 5W + 1H, struktur berita piramida terbalik, hingga teknis wawancara serta pembedaan fakta, opini, dan hoaks.

Siswa SMA Kristen Petra 4 Sidoarjo saat di kelas jurnalistik Suara Surabaya Media pada Selasa (27/10/2026). Foto: Ayasha Nur Alifia Mg suarasurabaya.net

Yosseva Resliantie Guru Pendamping mengatakan, pembelajaran jurnalistik ini diharapkan dapat meningkatkan kepekaan siswa terhadap berbagai persoalan di sekitar mereka, mulai dari lingkungan sekolah hingga isu nasional.

“Kami punya IG tapi belum ada isi beritanya. Harapannya setelah ini mereka bisa belajar apa itu berita. Sebelumnya sudah belajar feature, jadi nanti bisa selang-seling. Di semester 2 kami juga akan membuat majalah,” ujarnya.

Tak hanya mendapat materi jurnalistik, rombongan juga berkesempatan untuk office tour. Beberapa divisi yang dikunjungi. Mulai dari desain grafis, gatekeeper, online, hingga on air.

Christian David, salah satu siswa SMA Kristen Petra 4 Sidoarjo mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai tanggung jawab jurnalis dalam menghasilkan berita.

Menurutnya, proses jurnalistik tidak sekadar menulis dan menyampaikan informasi, tetapi juga harus mengikuti kode etik agar tidak merugikan narasumber.

“Ternyata nggak cuma membuat berita, tapi harus peka terhadap situasi dan menghormati kode etik agar narasumber tetap terlindungi dan tidak menjadi korban serangan netizen,” katanya.

Miracle Jasmine siswa SMA Kristen Petra 4 Sidoarjo lainnya menyoroti pentingnya menjaga akurasi dan tidak memasukkan asumsi pribadi ke dalam berita. Informasi yang belum terkonfirmasi, menurut dia, tidak boleh diperlakukan sebagai fakta.

“Yang paling ternotice kalau nulis berita nggak boleh mendramatisir. Kalau ada informasi kosong, nggak boleh diisi dugaan kita sendiri. Harus sesuai fakta dan terverifikasi.” ujarnya. (fia/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apakah Besok 28 Oktober 2026 Hari Sumpah Pemuda Libur Tanggal Merah? Cek Aturan SKB 3 Menteri
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Coach Kang Sung-hyung Siapkan Strategi Baru di Hyundai Hillstate, Back Attack Megawati Hangestri Jadi Senjata Rahasia?
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Sopir Travel Tujuan Bali Diduga Dikeroyok di Antrean Proyek Jembatan Pajarakan Probolinggo
• 2 jam laluberitajatim.com
thumb
Polri Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial, Saring Informasi Sebelum Membagikan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Sulawesi Utara Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI 2026
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.