Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin buka suara menyusul kritik Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong dan kapten tim Macan Kemayoran Rizky Ridho terhadap kondisi rumput Jakarta International Stadium (JIS) saat menjamu Persik dalam laga lanjutan Super League, Senin (26/10/2026).
Iwan mengungkapkan sejumlah upaya perbaikan dan inovasi perawatan rumput JIS yang dilakukan Jakpro, terutama setelah stadion digunakan untuk konser. Menurutnya, proses perawatan sudah mengalami kemajuan dari sebelumnya.
Advertisement
“Kemarin sejak selesai konser kami hanya butuh seminggu rumput sudah terpasang, yang biasanya butuh waktu sampai empat bulan. Kemarin kami hanya menyelesaikan dalam seminggu,” kata Iwan kepada Liputan6.com, Selasa (27/10/2026).
Diketahui, dua konser besar sebelumnya digelar di JIS yakni The Weeknd yang sukses menggelar konser selama dua hari pada 26–27 September 2026 dan terakhir Avenged Sevenfold yang menghelat konser pada 10 Oktober 2026 dengan tajuk Where The Bats Ascend / Live in Indonesia.
Iwan menegaskan bahwa perawatan rumput JIS tak bergantung pada banyaknya helatan konser. Dia berujar rumput stadion perlu mendapatkan perawatan di luar lapangan guna memastikan pertumbuhannya lebih optimal.
Kondisi tersebut diakui masih menjadi tantangan tersendiri bagi JIS karena stadion ini memiliki atap buka-tutup yang membatasi paparan sinar matahari ke permukaan lapangan.
“Ada atau tidak ada konser, rumputnya tetap harus di-treatment di luar lapangan supaya tumbuhnya lebih sempurna. Apalagi seperti di JIS yang konsep atapnya buka-tutup, jadi sinar matahari sangat terbatas,” jelas Iwan.
Meski begitu, Iwan memastikan bahwa Jakpro terus menyiapkan inovasi tambahan untuk meningkatkan kualitas permukaan lapangan. Salah satu fokusnya menyangkut perbaikan kerataan rumput agar dapat dikejar dalam waktu kurang dari satu minggu.
Berbagai inovasi perawatan rumput JIS yang dilakukan di antaranya melalui penyediaan nursery atau tempat pembibitan, metode gulung dan gelar rumput, serta teknik pemotongan yang lebih rapi.
“Inovasi terus kami lakukan dengan adanya nursery, dengan metode gulung dan gelar, serta metode cutting yang lebih rapi. Alhamdulillah juga kemarin kekuatan akar rumput lebih bagus, sehingga minim bahkan tidak ada lagi rumput yang copot saat pertandingan,” ujar Iwan.
“Kami akan terus lakukan perbaikan dan inovasi untuk kesempurnaan rumput JIS,” tandas dia.




