Jakarta (ANTARA) - Global Sevilla School menggelar seminar pengasuhan (parenting) bertajuk Love & Legacy bersama pakar pendidikan dan kesejahteraan Dr. Asheena Baez di kampus Pulo Mas, Jakarta Timur, Kamis (22/10), untuk membantu orang tua mengembangkan kemandirian, ketangguhan, dan tanggung jawab anak.
Kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-24 sekolah tersebut membekali orang tua dengan pendekatan pengasuhan berbasis kekuatan anak (strengths-based parenting), termasuk mengenali potensi anak, mengelola emosi, membangun komunikasi, dan memberi ruang bagi anak untuk menghadapi tantangan.
“Bagi kami, keberhasilan anak juga terlihat dari karakter yang mereka bangun, bagaimana mereka menghargai perbedaan, peduli kepada orang lain, dan menemukan panggilan hidupnya. Karena itu, orang tua, guru, dan siswa perlu berjalan bersama,” kata Ketua Yayasan Budi Pekerti Luhur Andrew J. Jules Soebali dalam siaran pers pada Selasa.
Baca juga: Menjaga kesehatan mental saat pandemi dengan "mindfulness"
Baca juga: Akademisi : "mindfulness" tepat untuk edukasi milenial
Andrew Soebali mengatakan pendidikan karakter membutuhkan dukungan berkelanjutan dari keluarga dan sekolah. Melalui seminar tersebut, Global Sevilla School ingin memperluas kesempatan belajar bagi orang tua siswa maupun masyarakat umum.
Dalam pemaparannya, Dr. Asheena Baez menjelaskan bahwa kesibukan sehari-hari terkadang membuat orang tua lebih berfokus pada kekurangan anak atau mengambil alih masalah yang sebenarnya dapat dihadapi anak secara mandiri.
Pendekatan berbasis kekuatan mengajak orang tua mengenali kemampuan yang telah dimiliki anak dan membantu mereka memanfaatkan potensi tersebut untuk mengatasi kesulitan. Orang tua juga didorong memahami emosi diri agar dapat mendengarkan dan merespons kebutuhan anak secara lebih baik.
Dr. Asheena merupakan CEO Asheena Baez Consulting LLC, pakar kepemimpinan dan kesejahteraan, serta Adjunct Professor di Columbia University. Kolaborasinya dengan Global Sevilla School telah berlangsung sekitar tiga tahun, termasuk melalui program pembelajaran bagi staf dan manajemen sekolah.
Seminar ini juga dihadiri sejumlah orang tua siswa, termasuk musisi dan aktor Baim bersama Artika Sari Devi serta aktor Rionaldo Stokhorst bersama Aureli Schulz.
Selain seminar Love & Legacy, perayaan ulang tahun sekolah diisi dengan Mindfulness Week pada 6–9 Oktober 2026, yang mencakup kegiatan berjalan dengan kesadaran penuh, berbagi kebaikan, praktik keseharian, dan perawatan lingkungan sekolah. Rangkaian tersebut turut menghadirkan seminar keluarga serta asesmen mindfulness bagi siswa dan kegiatan bersama orang tua.
Baca juga: Global Sevilla School rayakan HUT ke-22 bertema Day of Mindfulness
Baca juga: Vaksinasi anak 6-11 tahun, harapan baru untuk optimalisasi PTM
Baca juga: Kemendikbud apresiasi sistem penilaian tenaga pendidik Global Sevilla
Kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-24 sekolah tersebut membekali orang tua dengan pendekatan pengasuhan berbasis kekuatan anak (strengths-based parenting), termasuk mengenali potensi anak, mengelola emosi, membangun komunikasi, dan memberi ruang bagi anak untuk menghadapi tantangan.
“Bagi kami, keberhasilan anak juga terlihat dari karakter yang mereka bangun, bagaimana mereka menghargai perbedaan, peduli kepada orang lain, dan menemukan panggilan hidupnya. Karena itu, orang tua, guru, dan siswa perlu berjalan bersama,” kata Ketua Yayasan Budi Pekerti Luhur Andrew J. Jules Soebali dalam siaran pers pada Selasa.
Baca juga: Menjaga kesehatan mental saat pandemi dengan "mindfulness"
Baca juga: Akademisi : "mindfulness" tepat untuk edukasi milenial
Andrew Soebali mengatakan pendidikan karakter membutuhkan dukungan berkelanjutan dari keluarga dan sekolah. Melalui seminar tersebut, Global Sevilla School ingin memperluas kesempatan belajar bagi orang tua siswa maupun masyarakat umum.
Dalam pemaparannya, Dr. Asheena Baez menjelaskan bahwa kesibukan sehari-hari terkadang membuat orang tua lebih berfokus pada kekurangan anak atau mengambil alih masalah yang sebenarnya dapat dihadapi anak secara mandiri.
Pendekatan berbasis kekuatan mengajak orang tua mengenali kemampuan yang telah dimiliki anak dan membantu mereka memanfaatkan potensi tersebut untuk mengatasi kesulitan. Orang tua juga didorong memahami emosi diri agar dapat mendengarkan dan merespons kebutuhan anak secara lebih baik.
Dr. Asheena merupakan CEO Asheena Baez Consulting LLC, pakar kepemimpinan dan kesejahteraan, serta Adjunct Professor di Columbia University. Kolaborasinya dengan Global Sevilla School telah berlangsung sekitar tiga tahun, termasuk melalui program pembelajaran bagi staf dan manajemen sekolah.
Seminar ini juga dihadiri sejumlah orang tua siswa, termasuk musisi dan aktor Baim bersama Artika Sari Devi serta aktor Rionaldo Stokhorst bersama Aureli Schulz.
Selain seminar Love & Legacy, perayaan ulang tahun sekolah diisi dengan Mindfulness Week pada 6–9 Oktober 2026, yang mencakup kegiatan berjalan dengan kesadaran penuh, berbagi kebaikan, praktik keseharian, dan perawatan lingkungan sekolah. Rangkaian tersebut turut menghadirkan seminar keluarga serta asesmen mindfulness bagi siswa dan kegiatan bersama orang tua.
Baca juga: Global Sevilla School rayakan HUT ke-22 bertema Day of Mindfulness
Baca juga: Vaksinasi anak 6-11 tahun, harapan baru untuk optimalisasi PTM
Baca juga: Kemendikbud apresiasi sistem penilaian tenaga pendidik Global Sevilla





