SMPN 2 Depok Banjir Usai Hujan Deras, Ruang Kelas dan Kepala Sekolah Terendam

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Imbas hujan deras yang mengguyur Kota Depok, Selasa 27 Oktober 2026. 

Video banjir yang merendam halaman hingga ruang kelas sekolah SMPN 2 Depok itu pun viral di media sosial.

Kepala SMPN 2 Depok, Sumarno, membenarkan kondisi tersebut.

Ia menyebut banjir sudah surut, namun genangan sempat masuk hingga ke ruang kelas dan ruang kantor.

"Kondisinya memang, tapi sekarang sudah surut. Karena memang sudah sejak lama, sudah ada setengah sampai dua tahunan lah," kata Sumarno saat dikonfirmasi.

BACA JUGA:Hujan Deras, Siswa SD di Depok Terjang Banjir 40 Cm Sepulang Sekolah

Sumarno menjelaskan, banjir terjadi karena luapan kali yang berada tepat di depan sekolah. Saat hujan dengan frekuensi deras dan debit air tinggi, air kali meluap dan masuk ke area sekolah.

"Itu ketika hujan agak punya frekuensi deras dan debit air tinggi di kali depan sekolah itu, maka naik ke atas. Sekolah kami kemasukan air dari kali. Akhirnya masuk ke ruang-ruang kelas maupun ruang kantor, bahkan ruang saya juga tadi banjir, ini lagi dibersihkan," jelasnya.

Ia menyebut ada dua penyebab utama. Pertama, penyempitan di ujung kali. Kedua, gorong-gorong di dekat Puskesmas yang dinilai terlalu dalam dan tersumbat.

"Jadi ujung kali yang sempit. Yang kedua, gorong-gorong yang di dekat Puskesmas itu juga terlalu dalam kayaknya. Apalagi di gorong-gorong itu tersumbat bermacam-macam sampah. Biasanya itu yang menyebabkan air naik ke atas," ujarnya.

BACA JUGA:Nicholas Saputra Bersuara Soal Banjir Aceh dan Kebakaran Hutan: Alam Sudah Memperingatkan!

Akibat banjir tersebut, beberapa ruangan terendam. Di ruang kepala sekolah, air masuk setinggi 2 sentimeter, sementara di halaman selasar mencapai 25 sentimeter.

"Yang tergenang itu ada dua kelas yang dekat ruang saya, ruang kantor, ruang guru, ditambah ruang laboratorium itu memang pinggir kali," kata Sumarno.

Sumarno menyebut persoalan banjir ini merupakan persoalan klasik yang sudah dilaporkan berulang kali ke pihak kelurahan dan kecamatan, namun belum ada tindak lanjut.

"Sudah kami laporkan ke kelurahan juga sudah, termasuk dengan Pak Camat juga sudah dulu. Tapi karena memang ini mungkin belum kebagian kebijakan. Bu Lurah pun sudah tahu, karena sudah lama ini," ucapnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Isenmulang FC Tak Gentar Hadapi Persib di GBLA, Rafael Ribeiro: Kami Siap Bikin Kejutan
• 2 jam lalubola.com
thumb
Belum Meluncur Sudah Bisa Dipesan, Kia Carens EV Lebih Murah dari BYD M6
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
ESDM menyiapkan aturan percepat eksplorasi 67 cekungan frontier
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Mengapa Jakarta Semakin Panas dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Banpres Rp200 Miliar untuk Penanganan Karhutla Sumsel Disalurkan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.