Kepala BP BUMN Donny Oskaria bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meninjau pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I), Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (27/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur strategis guna menuntaskan persoalan konektivitas yang selama puluhan tahun menghambat mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Kunjungan lapangan itu turut dihadiri Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra, serta jajaran manajemen perusahaan terkait. Hadir pula Wali Kota Padang Fadly Amran, Anggota DPRD Sumatera Barat Verry Mulyadi, serta Anggota DPRD Kota Padang Wahyu Hidayat dan Rachmad Wijaya.
Dalam peninjauan itu, Donny menegaskan bahwa persoalan konektivitas di Sumbar, termasuk di kawasan Silaing dan Lembah Anai, telah berlangsung lama dan menjadi salah satu tantangan pembangunan daerah. Karena itu, penyelesaian persoalan tersebut menjadi prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita menyaksikan bahwa saat ini sedang dibangun flyover di Sitinjau Lauik. Ini perlu disampaikan kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat. Persoalan kita selama bertahun-tahun yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi adalah sering terputusnya konektivitas,” ujar Dony saat memberikan keterangan di lokasi proyek.
Menurut Dony, terdapat dua titik utama yang selama ini menjadi persoalan konektivitas Sumbar, yakni kawasan Sitinjau Lauik dan Silaing arah Padang ke Bukittinggi. Pemerintah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut melalui pembangunan infrastruktur strategis, termasuk Flyover Sitinjau Lauik dan kelanjutan pembangunan jalan tol di kawasan Sicincin, Padang Panjang-Bukittinggi.
“Dua persoalan ini di zaman pemerintahan Pak Prabowo menjadi prioritas untuk diselesaikan. Kalau ini bisa kita selesaikan, insyaallah konektivitas Sumatera Barat ke depan akan semakin baik,” kata Dony yang juga COO Danantara ini.
Dony juga menyampaikan bahwa pembangunan jalan tol yang direncanakan mulai dikerjakan pada Januari 2027 diharapkan menjadi bagian dari solusi untuk memperkuat konektivitas, khususnya di kawasan Lembah Anai dan Padang Panjang. Dengan konektivitas yang lebih andal, distribusi barang, mobilitas masyarakat, serta aktivitas ekonomi di Sumbar diharapkan berjalan lebih lancar.
Dony menekankan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar menghadirkan jalan dan jembatan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing daerah. Menurutnya, apabila persoalan konektivitas terus dibiarkan, Sumbar akan menghadapi tantangan dalam mengejar pertumbuhan ekonomi dan memaksimalkan potensi wilayahnya.
“Kalau persoalan ini tidak diselesaikan, Sumatera Barat tentu akan kesulitan mengejar pertumbuhan ekonominya. Karena itu, kita berharap seluruh masyarakat mendukung pembangunan ini demi kepentingan masa depan anak cucu kita,” ujarnya.
Secara khusus, Dony mengapresiasi peran Andre Rosiade yang terus mendorong realisasi berbagai proyek infrastruktur strategis di Sumbar. Ia menyebut dukungan dan pengawalan Andre menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, jalan tol, serta pembenahan infrastruktur perkeretaapian di Sumatera Barat.
“Kita bersyukur Pak Andre selalu mendorong terwujudnya proyek-proyek ini, baik di Sitinjau Lauik maupun proyek tol di kawasan Padang Panjang. Kereta api juga akan kita lakukan perbaikan. Ini merupakan program pemerintah yang berorientasi pada perbaikan mendasar terhadap persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun,” kata Donny.
Dony kembali mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan. Ia berharap penyelesaian persoalan konektivitas di Sitinjau Lauik, Silaing, dan Lembah Anai dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Sumbar yang lebih kuat. “Ini sangat penting bagi kemajuan ekonomi kita ke depan. Kita berharap seluruh proyek berjalan lancar dan mendapat dukungan masyarakat, karena pembangunan ini untuk kepentingan Sumatera Barat,” tutup Donny.
Sementara itu, Andre Rosiade menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan komitmen pemerintah pusat dalam mendorong pembangunan infrastruktur strategis di Sumbar. Menurut Andre, pembangunan Flyover Sitinjau Lauik dan kelanjutan proyek jalan tol merupakan langkah konkret untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang aman, lancar, dan berkelanjutan.
Andre menegaskan, dirinya akan terus mengawal proyek-proyek tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, BP BUMN, Kementerian Pekerjaan Umum, serta badan usaha milik negara yang terlibat. Ia berharap seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi dan keselamatan pengguna jalan.
Bagi Andre, penyelesaian persoalan konektivitas Sumbar membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, BUMN, pemerintah daerah, dan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan agar proyek strategis tersebut dapat terlaksana dengan baik dan manfaatnya segera dirasakan secara luas.
Dalam pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, tantangan geografis dan kondisi medan menjadi perhatian penting. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan perjalanan pada jalur yang selama ini dikenal memiliki medan menantang, sekaligus memperkuat kelancaran arus transportasi menuju dan keluar Kota Padang.
Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro bersama jajaran terkait turut mengikuti peninjauan untuk melihat langsung pelaksanaan pembangunan. Kualitas konstruksi, penerapan standar keselamatan, serta kelancaran pekerjaan menjadi aspek penting agar infrastruktur yang dibangun mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.





