BOGOR, DISWAY.ID – Ratusan siswa SMP di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor diduda keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa 27 Oktober 2026.
Gejala dugaan keracunan yang dialami lebih dari 400 siswa itu mulai muncul sekitar tengah malam setelah mereka menyantap MBG sehari sebelumnya.
Menu MBG tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Abah di Desa Dramaga.
BACA JUGA:Pemerintah Perketat Pengawasan MBG : 1.288 SPPG Ditutup, 353 Kepala Diberhentikan, Rp311 M Kembali ke Negara
Kapolsek Dramaga, Iptu AM Zalukhu membenarkan persitwa keracunan MBG tersebut.
Kata dia, makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut bukan MBG yang dibagikan pada hari kejadian, melainkan makanan yang dikonsumsi sehari sebelumnya.
“Mereka makan MBG nya kemarin, gejalanya baru terasa sekitar pukul 00.00 malam tadi kemudian berlanjut sampai pagi gak sembuh sembuh akhirnya mereka semua berobat ke Puskesmas Cangkurawok,” katanya.
BACA JUGA:Shelly Selowati Harap MBG Bantu Pembinaan Bibit Petinju Kelas Berat Indonesia
Menurutnya, keluhan awal muncul secara bertahap sejak tengah malam. Saat tiba di sekolah pada pagi hari, semakin banyak siswa yang mengalami mual hingga muntah dan sakit perut.
Jumlah siswa yang terdampak diperkirakan meningkat dari sekitar 200 menjadi lebih dari 400 orang. Namun, Zalukhu belum memastikan jumlah akhir korban.
“Awalnya sekitar 200, sekarang lebih dari 400 mau mendekati 500 siswa, keluhannya mual, ada yang muntah, dan sakit perut gejalanya sama dari 3 SMP yaitu SMPN 1, 2, 3” ujarnya.
BACA JUGA:Prabowo Akui Program MBG Masih Banyak Kekurangan, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat!
Zalukhu menyebut MBG yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Abah di Desa Dramaga.
Meski menu MBG yang dikonsumsi siswa berasal dari dapur SPPG Yayasan Abah, Zalukhu belum dapat memastikan jenis makanan yang dikonsumsi maupun penyebab gangguan kesehatan tersebut.
“Untuk menunya belum bisa dipastikan, saya harus memastikan dulu supaya tidak salah menyampaikan informasi,” tegasnya.
- 1
- 2
- »





