Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (27/10). Ia melaporkan berbagai hal, salah satunya temuan BRIN soal potensi limbah sawit atau POME.
"Terkait potensi energi masa depan. Tadi kami juga melaporkan kepada Bapak Presiden sejumlah potensi energi yang dapat dikembangkan, salah satunya melalui pemanfaatan limbah sawit menjadi biogas," kata Arif usai pertemuan.
Arif menjelaskan, setiap tahunnya, Indonesia menghasilkan 229,9 juta meter POME. Limbah tersebut, menurutnya, bisa dimanfaatkan untuk menjadi listrik.
"Jika potensi POME dan tandan kosong kelapa sawit dimanfaatkan dan dikonversi menjadi listrik, kapasitas energi yang dapat dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 3,9 gigawatt. Ini merupakan potensi yang cukup besar untuk menghasilkan energi alternatif dari limbah," ungkap dia.
Pengolahan POME, kata Arif, juga menjadi penting. Sebab, POME bisa menjadi sumber emisi gas metana sehingga berkontribusi terhadap terciptanya efek rumah kaca.
Di sisi lain, Arif menuturkan, selama ini POME telah dimanfaatkan untuk menjadi biogas. Namun, perlu dilakukan inovasi agar biogas yang dihasilkan bisa disimpan dalam tabung untuk mengurangi penggunaan LPG.
"Tadi kami juga telah memperkenalkan teknologi baru bernama Metal-Organic Framework (MOF), yaitu material yang berpotensi menyimpan gas dalam jumlah lebih besar," ucap Arif.
"Saat ini, Indonesia mengimpor LPG dengan nilai sekitar Rp 97 triliun per tahun. Dengan adanya teknologi yang memungkinkan biogas dikonversi menjadi gas tabung, saya kira hal ini dapat menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia pada masa depan," paparnya.





