HARIAN.FAJAR CO.ID, BONE – Festival Literasi (Feslit) Kabupaten Bone 2026 tak sekadar menjadi ajang menumbuhkan minat baca, tetapi juga ruang berbagi gagasan dan menelusuri kisah pengabdian melalui sebuah karya buku.
Hal itu terlihat dalam kegiatan bedah buku “BupAAS: Jalan Pengabdian” yang digelar di pelataran Perpustakaan Daerah Kabupaten Bone, Selasa (27 Oktober 2026).
Penulis buku, Muhammad Ashri Samad, S.E., M.M., hadir sebagai narasumber untuk mengulas isi buku sekaligus berbagi proses kreatif di balik penulisannya kepada para peserta festival.
Dalam sesi bedah buku tersebut, peserta diajak mengenal lebih dekat gagasan, pesan, dan nilai-nilai pengabdian yang diangkat dalam karya tersebut.
Diskusi ini juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana pengalaman kepemimpinan dan perjalanan pelayanan kepada masyarakat dapat diabadikan dalam bentuk tulisan.
Muhammad Ashri Samad menjelaskan, buku BupAAS: Jalan Pengabdian disusun sebagai upaya mendokumentasikan perjalanan pengabdian Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, melalui sebuah karya literasi yang dapat dibaca dan dipelajari oleh masyarakat.
“Buku ini bukan sekadar tentang sosok pemimpin, tetapi juga tentang makna pengabdian, tanggung jawab, dan bagaimana sebuah perjalanan pelayanan kepada masyarakat dapat direkam menjadi catatan yang bisa dibaca oleh generasi berikutnya,” tutur Ashri dalam sesi bedah buku.
Menurutnya, menulis buku tentang perjalanan pengabdian membutuhkan upaya untuk merangkai berbagai pengalaman, gagasan, dan nilai menjadi sebuah narasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan pelajaran bagi pembaca.
Ia berharap, buku tersebut dapat menjadi bahan refleksi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya komitmen, kerja keras, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.
Ashri juga menekankan bahwa budaya literasi tidak boleh berhenti pada kegiatan membaca semata. Masyarakat perlu didorong untuk menulis, mendokumentasikan pengalaman, serta melahirkan karya yang memiliki nilai pengetahuan dan manfaat bagi publik.
“Setiap perjalanan memiliki cerita dan pelajaran. Melalui buku, pengalaman itu dapat diabadikan sehingga tidak hilang begitu saja, tetapi bisa dipelajari oleh orang lain dan generasi mendatang,” tambahnya.
Kehadiran buku BupAAS: Jalan Pengabdian dalam agenda Feslit Kabupaten Bone 2026 menjadi bagian dari upaya mempertemukan karya penulis lokal dengan masyarakat pembaca.
Melalui kegiatan bedah buku, festival literasi diharapkan tidak hanya menjadi perayaan membaca, tetapi juga ruang apresiasi bagi penulis dan karya-karya yang merekam perjalanan, gagasan, serta dinamika kehidupan masyarakat.
Pada akhirnya, literasi bukan hanya tentang seberapa banyak buku yang dibaca, melainkan juga tentang bagaimana pengetahuan dan pengalaman diolah menjadi karya yang meninggalkan manfaat bagi orang lain. (*)





