Kebut Pemulihan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Targetkan Realisasi Kegiatan Tahun 2026 Tuntas

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong kementerian/lembaga (K/L) mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berbagai kegiatan yang dapat dikerjakan tahun ini ditargetkan selesai sebelum 31 Desember 2026.

Baca Juga :
Perkuat Aturan Larangan Pembakaran Lahan, Mendagri Dorong Pemda Maksimalkan Penggunaan Anggaran Karhutla
Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR, Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

Hal itu disampaikan Tito kepada awak media usai mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai Progres Pelaksanaan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, di Ruang Rapat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Selasa (27/10/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menko PMK Sugiono.

Tito menjelaskan, penanganan bencana sebelumnya telah melalui tahap tanggap darurat yang berfokus pada evakuasi, penanganan korban, dan penyelamatan nyawa, kemudian berlanjut ke masa transisi darurat.

Pada fase tanggap darurat, Presiden Prabowo Subianto mengerahkan berbagai kekuatan nasional, termasuk TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan pemerintah daerah (Pemda).

"Pada saat tanggap darurat, Bapak Presiden juga sudah memberikan anggaran awal untuk belanja tidak terduga tambahan sebanyak Rp268 miliar. Kemudian di masa transisi, Bapak Presiden kemudian membuat Satgas di mana Ketua Tim Pengarahnya adalah Menko PMK, anggotanya semua Menko, ditambah Kapolri, Panglima TNI, Menteri Keuangan," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahap pemulihan, sebagian besar aktivitas pemerintahan di daerah terdampak telah kembali berjalan.

Kabupaten Aceh Tamiang, yang sebelumnya mengalami gangguan berat, kini mulai pulih.

Pada sektor pelayanan dasar, pasokan listrik, bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan layanan internet relatif kembali normal.

Rumah sakit umum dan puskesmas juga telah berfungsi. Namun, masih terdapat enam puskesmas pembantu di Sumatera Utara yang rusak atau hilang akibat bencana dan membutuhkan penanganan.

Di sektor pendidikan, kegiatan belajar-mengajar telah kembali berjalan.

Dari 4.922 satuan pendidikan terdampak, sebanyak 99 sekolah masih melaksanakan pembelajaran di kelas darurat.

Penanganannya menjadi perhatian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan TNI Angkatan Darat (AD).

Baca Juga :
Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Kasatgas PRR Tegaskan Normalisasi Sungai Dipercepat Antisipasi Banjir Susulan
Jelang Nataru, Mendagri Tito Dorong Penyaluran Bansos dan Operasi Pasar untuk Dongkrak Daya Beli
Mendagri Soroti Fenomena Harga Daging Ayam, Telur, dan Cabai yang Sempat Mahal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lula da Silva Rayakan Kemenangan Jadi Presiden Brasil 4 Periode | SAPA MALAM
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Bukalapak Balik Rugi Rp881 Miliar, Investasi Jadi Biang Kerok!
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KRL Jakarta Kota–Bogor Ganti Rangkaian Usai Viral Keluarkan Asap
• 12 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Wajah Manusia Pertama di Dunia Dihidupkan Kembali
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BCA Catat Laba Rp45,2 Triliun, Kredit Tumbuh 12,6%
• 52 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.