AS Ketar-ketir Perang Meluas, Pangkalan Militer Wajib Siaga 90 Hari

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji

Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) merilis strategi militer baru yang menuntut agar seluruh pangkalan utama di wilayah benua AS mampu mempertahankan operasi esensial setidaknya selama 90 hari penuh tanpa adanya dukungan dari pihak eksternal.

Mengutip RT, Selasa (27/10/2026), target otonomi ambisius ini ditetapkan dalam dokumen FORTRESS yang ditinjau langsung oleh jaringan Fox News pada Minggu. Dokumen tersebut juga mensyaratkan pasokan kritis militer agar memiliki setidaknya dua rute pasokan atau produksi yang memenuhi kualifikasi guna mencegah terjadinya gangguan di tengah krisis.

Menteri Perang AS, Pete Hegseth, telah mengumumkan inisiatif besar ini sejak bulan lalu. Langkah strategis ini diambil usai militer AS menghadapi gangguan logistik yang serius di Timur Tengah menyusul serangan Iran terhadap fasilitas Amerika dan situs lain yang digunakan oleh pasukan AS. Serangan tersebut merupakan balasan langsung atas serangan gabungan AS-Israel ke wilayah Iran.


Jaringan berita Fox News, yang secara umum mendukung agenda Presiden Donald Trump, menilai bahwa AS memang harus bersiap menghadapi berbagai kemungkinan situasi kontingensi.

Pilihan Redaksi
  • Mantan Gubernur Bank Sentral Ditahan Kejaksaan, Diduga Korupsi Rp14 T
  • Mantan Capres Ditangkap, Terseret Kasus Pencucian Uang Rp 9 M
  • Ratu Thailand Nyetir Boeing 737-800 Sendiri, Tokyo-Bangkok 8 Jam
  • Breaking: Houthi Yaman Deklarasi Perang ke Mesir
  • Presiden Bongkar Skandal Emas 100 Ton, Negara Terancam Hilang Rp181 T

"Tindakan militer dapat melumpuhkan jaringan listrik, mengganggu rantai pasokan, dan mengancam infrastruktur penting di tanah Amerika," tegasnya.

FORTRESS sendiri merupakan singkatan dari Federal Operations for Resilience, Troop Resources, Energy, Supply and Survivability. Sebuah memorandum pendirian resmi telah ditandatangani untuk memperkuat regulasi ini.

"Terdapat lima pilar utama, yakni kemandirian energi, ketahanan rantai pasokan, cadangan strategis, perlindungan fisik dan keamanan siber, serta ketahanan di ruang angkasa dan spektrum elektromagnetik," tutur Hegseth.

Perencana Pentagon saat ini bertujuan untuk secara masif mengurangi ketergantungan pada infrastruktur sipil yang dapat rusak parah jika terjadi konflik bersenjata besar. Opsi yang diusulkan mencakup pembangunan reaktor nuklir skala kecil dan bank baterai berkapasitas raksasa untuk mendukung jaringan mikro pangkalan jika pasokan listrik eksternal benar-benar terputus.

"Program ini juga membayangkan persiapan pabrik sipil untuk beralih ke produksi pertahanan dalam keadaan darurat, bersama dengan langkah-langkah lainnya."

Laporan perombakan strategis ini muncul kurang dari dua minggu sebelum pemilihan paruh waktu AS bergulir, di mana berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa Partai Republik yang berkuasa bisa saja menderita kerugian yang signifikan. Pecahnya perang Iran dan lonjakan harga bahan bakar yang diakibatkannya kini menjadi faktor utama yang menguatkan posisi kandidat dari kubu oposisi.

Di sisi lain, retorika Trump terus memicu ekspektasi luas bahwa AS dapat sewaktu-waktu meningkatkan eskalasi perangnya dengan Iran tak lama setelah pemilu usai, atau bahkan sebelum pemungutan suara itu berlangsung. Ancaman ini dilaporkan semakin nyata di lapangan dengan adanya pergerakan militer.

"Washington telah menarik beberapa personel dari pangkalannya di Timur Tengah menjelang kemungkinan kampanye serangan udara baru," ungkapnya.


(tps/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Indonesia dan Singapura Kompak Bersiap Mengembangkan PLTN

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KLB Asprov PSSI Sulsel Dibuka, 44 Pemilik Suara Pilih Ketua Definitif
• 9 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Bukalapak Balik Rugi Rp881 Miliar, Investasi Jadi Biang Kerok!
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Analisa Kritis Hendri Satrio: Putusan MK Soal Ijazah Jadi Jalan Keluar Politik Gibran-Prabowo-Jokowi
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 27 Oktober 2026 Naik Tipis Jadi Rp2.550.000 per Gram, Buyback Ikut Melonjak
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Teken Perpres 107 Tahun 2026, Pemerintah Ambil Alih Pengadaan Minyak, BBM, dan LPG
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.