BRIN Kembangkan Riset Prediksi Perambatan Api untuk Antisipasi Karhutla

detik.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan pihaknya tengah mengembangkan riset model perambatan api untuk memprediksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Riset tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi karhutla jangka panjang yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Alhamdulillah memang BRIN saat ini sedang melakukan riset terkait dengan soal model perambatan api di lokasi karhutla ini," kata Arif kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Baca juga: Singapura Ancam Langkah Hukum-Ekonomi ke Korporasi Pemicu Karhutla

Arif menjelaskan riset tersebut saat ini memasuki tahap validasi. Melalui pengembangan model ini, BRIN berharap dapat memprediksi potensi karhutla dalam rentang waktu 3-6 bulan ke depan.

"Nah sekarang tinggal proses validate untuk memprediksi, sehingga kita punya kemampuan eh apa yang akan terjadi 3 bulan, 6 bulan di kemudian hari terkait dengan karhutla ini. Jadi kemampuan kita memprediksi ini saya kira sangat penting sekali," ujarnya.

BRIN juga akan bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat riset dan mengembangkan model yang dapat membantu memprediksi potensi kebakaran hutan.

"Nah kemudian juga tadi sudah sampaikan, riset model perambatan api yang saat ini juga sudah mulai kita kerjakan ya, dan kemudian dengan berbagai perguruan tinggi kita akan coba yang terkait dengan bagaimana memprediksi kebakaran hutan itu sendiri," ujar Arif.

Baca juga: BRIN Siapkan Tim Uji Coba Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

Selain mengembangkan model prediksi, BRIN saat ini bertugas mendeteksi titik api setiap hari melalui pemanfaatan teknologi satelit dan citra satelit. Informasi hasil deteksi tersebut kemudian dibagikan kepada sejumlah lembaga terkait untuk ditindaklanjuti.

"Saya kira yang dilakukan oleh BRIN saat ini kan kita bertugas untuk mendeteksi harian ya. Titik api itu yang kemudian kita share ke berbagai lembaga, termasuk BNPB, Kementerian Kehutanan, karena BRIN memiliki otoritas terkait dengan soal satelit, citra satelit," ujarnya.

"Jadi citra satelit yang ada di BRIN kita manfaatkan untuk berbagai tujuan, salah satunya adalah untuk masalah deteksi titik api ini," lanjut Arif.

Baca juga: Cegah Karhutla, Mendagri Minta Pemda Perkuat Regulasi-Maksimalkan Anggaran




(eva/zap)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari 1.730 Tim Tersisa 16 Finalis, AXIS Nation Cup 2026 Siap Tentukan Juara Futsal Pelajar Nasional
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Bantu Ratusan Orang Daftar Bansos, Gus Ipul Puji Agen Perlinsos Asal Gowa
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
DPR Soroti Kasus Montir Dicatut Jadi Pemilik McLaren
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Film The Longest Wait Kisahkan Perjuangan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026, Tayang di Bioskop 28 Oktober
• 13 jam lalupantau.com
thumb
KPK Usul Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Auto Dirampas Negara
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.