Mentan Amran: Harga Telur Ayam Mulai Turun Usai Aparat Tindak Anomali

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan harga telur ayam mulai turun setelah pemerintah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) menindak anomali distribusi yang merugikan peternak dan konsumen.

"Alhamdulillah, terima kasih Pak Kabareskrim, juga Polri, kami sudah bicara, sudah mulai menindak. Baru diumumkan harga sudah turun. Jadi, harga turun di konsumen. Nah jadi ini kabar baik," kata Amran, dalam keterangannya yang terkonfirmasi di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga :
PS5 Pro atau Rakit PC Gaming? Hitung Biaya yang Harus Disiapkan Gamer
Tecno Spark 50s 5G vs Infinix Note 50s 5G, Hp Mana yang Lebih Layak untuk Gaming Santai?

Dia menyampaikan harga telur ayam di tingkat konsumen mulai turun setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kabareskrim Polri terkait anomali harga komoditas tersebut.

Pemerintah juga memperkuat dukungan kepada peternak melalui penyediaan bahan baku pakan yang lebih murah serta menyiapkan pembangunan pabrik tepung telur untuk mengurangi ketergantungan impor.

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026), Mentan menyampaikan bahwa koordinasi dengan aparat penegak hukum mulai membuahkan hasil dalam menjaga stabilitas komoditas itu

Mentan menjelaskan anomali harga terlihat dari kesenjangan antara harga telur di tingkat peternak dan konsumen. Harga telur di tingkat peternak berada pada kisaran Rp20.000-Rp21.000 per kilogram, sedangkan di tingkat konsumen mencapai Rp40.000-Rp45.000 per kilogram.

"Telur ayam surplus, bahkan ekspor. Tapi di tingkat peternak itu harga telur ayam Rp20.000-Rp21.000 per kilogram. Harusnya Rp26.000 dan Rp30.000, tetapi ironisnya di konsumen Rp40.000-Rp45.000. Ini di atas harga eceran tertinggi. Ada anomali," ujar Amran.

Untuk membantu peternak, pemerintah menyiapkan langkah jangka pendek melalui dukungan bahan baku pakan. Pemerintah membeli bahan baku pakan berupa bungkil kedelai untuk disalurkan langsung kepada peternak dengan harga Rp8.630 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga swasta yang berkisar Rp10.000-Rp12.000 per kilogram.

"Solusi yang kami lakukan yang jangka pendek kepada peternak, pertama SPHP (jagung). Kemudian pemerintah yang membeli pakan soybean itu langsung ke peternak, harganya Rp8.630 per kilogram. Sedangkan swasta (harganya) Rp10.000, Rp11.000, Rp12.000 per kg," beber Amran.

Pemerintah juga menyalurkan jagung melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog bagi peternak kecil dengan subsidi pemerintah. Langkah ini ditujukan untuk membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga lebih terjangkau.

Baca Juga :
Harga Yamaha Mio Smile Lawas Gak Tanggung-tanggung Dijual Belasan Juta
Vivo Y100 5G vs Samsung Galaxy A25 5G, Hp Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Dipakai hingga 5 Tahun ke Depan?
Samsung Galaxy S26 Ultra vs Vivo X300 Ultra untuk Pembuat Konten, Hp Mana yang Lebih Menarik Dipertimbangkan?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Pemilu Israel 2026: Kapan Pemenang Diketahui, Netanyahu Lengser?
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Merebak Fenomena Pemecatan Pelatih di Awal Musim BRI Super League: Persaingan Kejam, Nasib Sejumlah Nama Terancam
• 16 jam lalubola.com
thumb
UNS sumbang APD modifikasi untuk pejuang pemadam api karhutla
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Ojol yang Dilindas Sopir BYD Bakal Dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Sambut HUT Sulsel ke-357, Asmo Sulsel Tebar Promo Honda, Potongan Angsuran hingga 7 Kali
• 15 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.