Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menjajaki peluang penyerapan ikan hasil budi daya lokal oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memperluas akses pasar bagi pembudi daya ikan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.
Upaya tersebut dilakukan dengan mempertemukan pelaku usaha perikanan budi daya, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pengelola SPPG, serta sejumlah mitra usaha untuk membangun jaringan pemasaran produk perikanan lokal.
KKP menggelar kegiatan temu bisnis di Jawa Timur yang turut melibatkan Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebagai mitra strategis dalam memperluas peluang penjualan hasil perikanan.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menghubungkan berbagai pelaku usaha agar terbentuk ekosistem ekonomi lokal yang saling mendukung.
"Kami ingin simpul-simpul ekonomi lokal saling terhubung sehingga ketahanan ekonomi semakin kuat," kata Trenggono.
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berharap hasil budi daya ikan masyarakat dapat terserap oleh jaringan penyediaan bahan pangan SPPG maupun sektor usaha lainnya.
KKP Dorong Kerja Sama Pembudi Daya Ikan dengan SPPG dan Koperasi DesaDirektur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Yudi Nurul Ihsan, menyampaikan bahwa forum temu bisnis diharapkan menghasilkan kesepakatan awal yang dapat dikembangkan menjadi kerja sama konkret antarpelaku usaha.
Kesepakatan tersebut dapat berupa Letter of Intent (LoI) atau surat pernyataan minat kerja sama antara KDKMP, pengelola budi daya ikan tematik, SPPG, serta mitra strategis lainnya.
Dokumen kesepakatan awal tersebut selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan menjadi perjanjian kerja sama untuk mendukung kegiatan produksi, distribusi, dan pemasaran hasil perikanan budi daya.
Keterlibatan pengelola SPPG dalam forum tersebut membuka peluang bagi pembudi daya ikan untuk memasok produk perikanan lokal sebagai bagian dari penyediaan bahan pangan bergizi.
Selain SPPG, kehadiran pelaku industri jasa boga serta sektor hotel dan restoran diharapkan dapat memperluas jaringan calon pembeli produk perikanan masyarakat.
KKP juga menekankan pentingnya menjaga standar mutu dan kualitas produk agar hasil budi daya ikan mampu memenuhi persyaratan pasar.
Yudi menjelaskan bahwa pemahaman mengenai standar mutu ikan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing produk perikanan lokal.
Dengan kualitas produk yang terjaga, pembudi daya dan koperasi desa diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan konsumen maupun lembaga penyedia layanan pangan.
Pembudi Daya Ikan dan Koperasi Desa Dapat Pelatihan Produksi hingga PengolahanKegiatan temu bisnis tersebut berlangsung selama dua hari di Balai Pelatihan Masyarakat Kelautan dan Perikanan Banyuwangi, Jawa Timur.
Selain mempertemukan calon pemasok dan pembeli, KKP menyelenggarakan bimbingan teknis untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan bisnis perikanan.
Materi pelatihan mencakup manajemen produksi, pemberdayaan usaha, diversifikasi produk, serta praktik pengolahan hasil budi daya ikan.
Bimbingan teknis manajemen produksi diarahkan untuk membantu peserta merencanakan kegiatan produksi secara lebih terstruktur dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pasar.
Sementara itu, materi pemberdayaan usaha diberikan untuk memperkuat kapasitas pembudi daya dan koperasi dalam mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai diversifikasi produk agar hasil budi daya ikan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan.
Praktik pengolahan ikan menjadi bagian dari pelatihan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menghasilkan produk perikanan yang memiliki peluang pemasaran lebih luas.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKP berupaya memperkuat kemampuan pelaku usaha lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk perikanan.
KKP Akan Evaluasi Dampak Temu Bisnis terhadap Perkembangan UsahaKKP menyatakan akan melakukan pengukuran terhadap dampak kegiatan temu bisnis dan bimbingan teknis untuk memastikan program tersebut memberikan manfaat bagi perkembangan usaha peserta.
Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebelum dan setelah mengikuti kegiatan.
Pengukuran tersebut bertujuan mengetahui perubahan yang terjadi setelah peserta memperoleh akses jaringan bisnis, peningkatan pengetahuan, dan pendampingan teknis.
Hasil evaluasi diharapkan dapat menunjukkan sejauh mana kegiatan yang difasilitasi KKP mampu membantu pengembangan usaha perikanan dalam beberapa bulan mendatang.
Dengan demikian, pelaksanaan program tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pertemuan bisnis dan pelatihan, tetapi juga pada hasil yang dapat dirasakan oleh pelaku usaha.
KKP berharap kegiatan tersebut dapat mendorong terbentuknya kerja sama berkelanjutan antara pembudi daya ikan, koperasi desa, pengelola SPPG, dan mitra usaha lainnya.
Penyerapan Ikan Lokal Dukung Program Gemarikan dan Pemenuhan GiziKKP menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2026 tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Program tersebut juga menjadi tindak lanjut kerja sama antara Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP dengan Badan Gizi Nasional.
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berupaya memperkuat keterhubungan antara sektor perikanan budi daya lokal dan layanan pemenuhan gizi masyarakat.
Penjajakan penyerapan ikan oleh SPPG diharapkan dapat membuka peluang pasar baru bagi pembudi daya sekaligus mendukung ketersediaan bahan pangan bergizi.
Keterlibatan koperasi desa dalam rantai pasok juga diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengelolaan distribusi dan pemasaran hasil perikanan.
Selain meningkatkan akses pasar, kerja sama tersebut berpotensi mendorong pengembangan usaha pengolahan ikan serta memperluas keterlibatan pelaku ekonomi lokal dalam penyediaan pangan.
KKP berharap penguatan jaringan usaha antara pembudi daya, koperasi, SPPG, dan sektor swasta dapat menciptakan ekosistem perikanan yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.




