Pemilu Israel Memanas, Netanyahu Tuduh Warga Arab Hendak Curi Suara

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berupaya menggalang dukungan pemilih di tengah persaingan ketat dalam pemilu pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Netanyahu bahkan meminta pendukungnya membatalkan kegiatan rekreasi dan segera menuju tempat pemungutan suara (TPS).

Dilansir AFP, Rabu (28/10/2026), Netanyahu menyerukan agar tempat pemungutan suara tetap dibuka setelah jadwal penutupan pukul 22.00 waktu setempat. Dia juga melontarkan tuduhan bahwa warga Arab Israel berupaya "mencuri pemilu", yang memicu tudingan intimidasi dari anggota komunitas minoritas tersebut.

"Kita tidak bisa membiarkan pertarungan ini berakhir di tangan kelompok kiri dan partai-partai Arab yang ingin mengakhiri negara Yahudi," kata Netanyahu dengan nada tegang saat berbicara kepada para pendukungnya di wilayah basis Partai Likud.

Baca juga: Pemilu Israel yang Akan Jadi Penentu Nasib Netanyahu

"Jadi, jangan ada acara barbeku, jangan pergi ke pantai. Pergilah ke TPS dan pilih Likud," imbuhnya.

Komite Pemilihan Umum Israel mencatat tingkat partisipasi pemilih secara nasional mencapai 66,7 persen hingga pukul 18.00 waktu setempat. Angka itu menjadi yang tertinggi pada jam tersebut sejak pencatatan statistik serupa dimulai pada 1973.

Pemilu kali ini berlangsung di tengah bayang-bayang serangan 7 Oktober 2023 dan perang regional di berbagai front yang menyusul setelahnya. Trauma akibat serangan tersebut masih membekas, sementara persoalan keamanan dan pertanggungjawaban pemerintah menjadi isu utama dalam kampanye.

Israel juga menghadapi tekanan internasional yang meningkat akibat perang di Iran, operasi militer yang menghancurkan di Jalur Gaza, perluasan permukiman Israel, serta kekerasan di Tepi Barat yang diduduki.

Hasil jajak pendapat terakhir yang dipublikasikan sebelum pemungutan suara menunjukkan Netanyahu, perdana menteri terlama dalam sejarah Israel, bersaing ketat dengan rival utamanya, Gadi Eisenkot. Eisenkot merupakan tokoh politik berhaluan tengah yang sebelumnya menjabat sebagai kepala militer Israel.

Gaya Eisenkot yang cenderung tenang dinilai kontras dengan Netanyahu yang telah lama mendominasi politik Israel.

Partai Yashar yang dipimpin Eisenkot pada Selasa memperingatkan bahwa Netanyahu sedang "menyiapkan landasan untuk menggugat hasil pemilu". Partai itu juga menolak seruan Netanyahu untuk memperpanjang waktu pemungutan suara karena dinilai tidak ada "insiden luar biasa" yang membenarkannya.

Sebelum memberikan suara, Eisenkot yang berusia 66 tahun secara tertutup mengunjungi makam putranya, Gal, yang tewas saat bertempur di Gaza. Kematian Gal menuai simpati dari banyak warga Israel.

Baca juga: Pemilu Israel, Tingkat Partisipasi Pemilih Cetak Rekor Tertinggi Sejak 1981

Setelah itu, Eisenkot mengajak masyarakat menggunakan hak pilih untuk mengganti pemerintahan Netanyahu.

"Pemerintahan terburuk sejak negara ini didirikan," ujar Eisenkot, merujuk pada pemerintahan yang dipimpin rival politiknya tersebut.




(azh/azh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRIN Siapkan Inovasi Baru, Singkong Bakal Bantu Atasi Karhutla
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Empat Atlet Para Balap Sepeda Indonesia Terbang ke Belanda, Bidik Poin Paralimpiade 2028
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Gubernur BI Bicara Rupiah
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BMKG Rilis Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan: Awal November Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Ungkap Dugaan Motif Dwi Bagus Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.