jpnn.com, JAKARTA - Definisi kemewahan dan status sosial di era modern mengalami pergeseran paradigma yang signifikan.
Jika sebelumnya gaya hidup luxury identik dengan pemakaian barang bermerek (branded), jam tangan mewah, atau logo yang mencolok, kini fokusnya telah beralih pada investasi diri sendiri (self-investment).
BACA JUGA: 4 Manfaat Lemon, Baik untuk Kesehatan Kulit
Simbol kemewahan modern (The New Meaning of Luxury) kini tercermin dari kondisi tubuh yang fit, rambut yang terawat, serta kulit wajah yang sehat, kencang, dan awet muda secara alami (aging gracefully).
Perubahan tren ini turut mengubah preferensi dalam dunia perawatan estetika medis. Tren lama yang mengejar hasil instan seperti wajah dengan volume berlebihan (overfilled) atau ekspresi kaku kini mulai ditinggalkan.
BACA JUGA: Jaga Kesehatan Kulit dengan Mengonsumsi 3 Makanan Super Ini
Konsumen modern lebih memilih perawatan pencegahan (preventive care) dan regenerasi jaringan kulit (tissue regeneration) yang mengutamakan kualitas serta memberikan hasil bertahap dan natural.
"Sebagai praktisi medis, aspek keamanan produk berizin resmi yang didukung oleh jurnal dan penelitian ilmiah selalu menjadi prioritas tertinggi saya sebelum merekomendasikan sebuah perawatan ke pasien," tegas dokter estetika dari BMDERMA Clinic dr. Latisha Lubianca, M.Biomed (AAM), Selasa (27/10).
BACA JUGA: Jaga Kesehatan Kulit dengan 3 Bahan Alami Ini
Secara biologis, sejak memasuki pertengahan usia 20-an, tubuh manusia kehilangan sekitar 1% hingga 1,5% kolagen setiap tahunnya. Penurunan kolagen dan elastin ini memicu berkurangnya kekencangan kulit (skin laxity), munculnya garis halus, hingga wajah yang tampak kendur.
Penggunaan krim atau skincare topikal umumnya hanya bekerja di permukaan dan tidak dapat menembus lapisan dermis tempat produksi kolagen berlangsung.
Hal itu dikarenakan penuaan terjadi di lapisan kulit yang lebih dalam, solusinya bukan sekadar menambah volume secara instan, melainkan merangsang kembali regenerasi kolagen alami tubuh.
Salah satu inovasi di bidang regenerative aesthetics yang kini menjadi perhatian adalah JULÄINE™ Collagen Stimulator asal Swedia.
Berbeda dari dermal filler berbahan Hyaluronic Acid yang mengisi volume secara instan, collagen stimulator bekerja dengan memicu neokolagenesis atau proses pembentukan kolagen baru oleh tubuh sendiri.
JULÄINE™ mengandung PLLA (Poly-L Lactic acid) dengan teknologi LaSynPro. Partikelnya memiliki bentuk seragam dan permukaan yang rata, sehingga meminimalkan respons peradangan dibandingkan formulasi PLLA konvensional. Saat dilarutkan, produk tercampur merata tanpa menggumpal, sehingga meminimalkan risiko timbulnya nodul atau benjolan.
Secara bertahap, produk ini mengaktifkan sel fibroblas untuk memproduksi kolagen baru secara konsisten. Hasilnya, kulit menjadi lebih kencang, kontur area rahang (jawline) lebih tegas, serta tekstur kulit menjadi lebih halus.
Keamanan dan Rekomendasi Ahli
Keamanan menjadi prioritas utama dalam perawatan collagen stimulator karena jenis perawatan ini tidak memiliki bahan penawar instan seperti halnya filler.
Latisha mengatakan perawatan JULÄINE™ sangat ideal bagi individu berusia 30 tahun ke atas yang mengalami tanda penuaan ringan hingga sedang (early to moderate aging) dan menginginkan peningkatan kualitas kulit yang tahan lama tanpa mengubah bentuk alami wajah secara ekstrem.
"Perawatan kulit bukanlah tentang melawan proses penuaan secara agresif, melainkan memberikan perawatan yang tepat, aman, dan berbasis regenerasi jaringan tubuh sendiri," tutup dr. Latisha.(esy/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Mesyia Muhammad




