Gara-gara AI, 25.000 PNS Terancam Kehilangan Pekerjaan!

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah Belanda berencana memangkas sekitar 25.000 pekerjaan pegawai negeri sipil (PNS) dalam beberapa tahun ke depan, melalui program efisiensi yang mengandalkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pemerintahan sekaligus menghemat anggaran hingga 3,5 miliar euro per tahun mulai 2035.

Dalam pernyataan pemerintah pada 26 Oktober, penghematan anggaran ditargetkan mencapai 900 juta euro per tahun pada 2027. Nilai tersebut akan meningkat secara bertahap hingga 3,5 miliar euro pada 2035, setara sekitar US$3,9 miliar atau Rp70,2 triliun dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS.

Baca Juga :
Pemilu Israel Memanas, Netanyahu Dituding Pakai AI untuk Gambarkan Antrean Pemilih Arab
Steam Next Fest 2026 Ungkap 50 Demo Terpopuler, Game Co-op dan Incremental Makin Diminati

Pemerintah Belanda juga berencana memaparkan langkah penggunaan AI untuk meningkatkan produktivitas kerja pada awal tahun depan. Teknologi tersebut diharapkan membantu pemerintah menjalankan tugas secara lebih efisien dengan jumlah pegawai yang lebih sedikit.

"Kita tidak bisa terus melakukan apa yang selama ini kita lakukan," kata Sekretaris Negara untuk Pemerintahan Efektif Eric van den Burg, dikutip dari The Star, Rabu (28/10/2026). "Itulah sebabnya kita akan membuat pilihan-pilihan sulit demi pemerintahan pusat yang benar-benar berfungsi: lebih sederhana, lebih cerdas, dan lebih kecil."

Rencana pemangkasan tersebut muncul setelah jumlah pegawai pemerintah Belanda mencapai rekor 160.000 orang pada akhir 2025. Angka itu meningkat 41 persen dibandingkan 2018, meskipun pemerintahan sebelumnya telah berjanji mengurangi jumlah pegawai.

Meski demikian, pemangkasan tidak akan diterapkan secara merata di seluruh sektor. Kepolisian dan pertahanan termasuk bidang yang dikecualikan dari kebijakan pengurangan pegawai tersebut. Sebaliknya, kementerian, inspektorat, dan lembaga pelaksana kebijakan diperkirakan menjadi bagian yang paling terdampak. 

Dalam surat kepada parlemen, Van den Burg menyebut sejumlah departemen dapat menghadapi "dampak signifikan terhadap jumlah pegawai" dengan pengurangan mencapai 45 persen atau bahkan 60 persen.

Selain penggunaan AI, pemerintah Belanda juga berupaya mengurangi birokrasi. Program unggulan pemerintah menargetkan penghapusan 500 aturan yang tidak diperlukan atau terlalu birokratis setiap tahun. Langkah ini diharapkan membuat organisasi pemerintahan lebih sederhana dan mengurangi kebutuhan tambahan pegawai.

Perkembangan teknologi dinilai membuka peluang untuk mengurangi perekrutan tenaga eksternal sekaligus memperkecil birokrasi. Berbagai inisiatif AI telah diluncurkan di sejumlah bagian pemerintahan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :
Bill Gates Beri Peringatan soal AI, 20 Tahun ke Depan Bisa Mengubah Nasib Pekerja di Seluruh Dunia
15 Juta Pekerja Terancam Kehilangan Mata Pencaharian Gara-Gara AI, Ini Skenario Terburuk Goldman Sachs
Bill Gates Ingatkan AI Picu Pergolakan Terbesar dalam Sejarah Manusia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: Borneo FC Menang atas PSS, Mauro Jeronimo Soroti Banyak Peluang Terbuang
• 16 jam lalubola.com
thumb
Partisipasi Pemilu Israel Cetak Rekor Tertinggi, Oposisi Berharap Netanyahu Tumbang
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Otonomi dan Akuntabilitas AI
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemda Bisa Lampaui Batas Defisit APBD 2027, Ini Syarat dari Kemenkeu
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
BRI Hadirkan Dashboard Auto Collection untuk Pantau Transaksi Pelabuhan
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.