JAKARTA, KOMPAS.TV- Modus penipuan pencairan BSU perlu diwaspadai agar pekerja tidak menjadi korban pencurian data pribadi. Pelaku memanfaatkan informasi Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk menyebarkan tautan palsu.
Calon penerima juga perlu berhati-hati terhadap permintaan data sensitif yang berpotensi disalahgunakan untuk kejahatan digital. Lantas, bagaimana modus penipuan pencairan BSU yang mengincar data pribadi dan cara menghindarinya?
Modus Penipuan Pencairan BSUBadan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI melalui akun Instagram resminya, @bakom.ri, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penipuan berkedok pencairan BSU yang mengincar data pribadi pekerja. Pelaku biasanya mengarahkan calon penerima untuk mengakses tautan tertentu atau menyerahkan informasi pribadi, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), kepada pihak yang tidak terverifikasi.
Baca Juga: Awas! Dapat Link BSU 2026 via WhatsApp? Kemnaker Ingatkan Jangan Asal Klik-Isi NIK
Penipuan berkedok BSU juga dapat dilakukan melalui pesan berantai WhatsApp atau pesan langsung (direct message/DM) di media sosial. Pesan tersebut biasanya menyertakan tautan palsu yang meminta korban mengisi data pribadi atau menjanjikan pencairan bantuan melalui mekanisme yang tidak jelas.
Masyarakat juga perlu mewaspadai pencantuman logo Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada pesan maupun situs tertentu. Karena itu, pekerja perlu memeriksa sumber informasi sebelum mengeklik tautan atau memberikan data pribadi.
Cara Menghindari Penipuan Pencairan BSUUntuk menghindari penipuan pencairan BSU, masyarakat diimbau mengakses informasi bantuan hanya melalui kanal komunikasi resmi Kemnaker dan laman resmi kementerian tersebut. Hindari mengeklik tautan mencurigakan, terutama jika pesan menjanjikan pencairan bantuan dengan meminta data pribadi melalui mekanisme yang tidak jelas.
Masyarakat juga tidak boleh memberikan kode one-time password (OTP), nomor identifikasi pribadi (PIN), maupun kata sandi kepada pihak lain. Informasi tersebut bersifat rahasia dan dapat disalahgunakan untuk mengakses akun atau layanan keuangan.
Selain itu, pekerja perlu waspada terhadap pihak yang meminta pembayaran dengan iming-iming mempercepat atau mempermudah pencairan BSU. Program bantuan ini tidak dipungut biaya sehingga permintaan uang untuk proses pencairan patut dicurigai sebagai indikasi penipuan.
Baca Juga: BSU Kemnaker Oktober-Desember 2026 Cair Berapa? Ini Cara Ceknya
Jika telanjur mengakses tautan mencurigakan atau menemukan informasi BSU yang meragukan, segera tutup halaman tersebut dan periksa kebenarannya melalui kanal resmi Kemnaker. Apabila data pribadi atau informasi akun sudah terlanjur diberikan, segera lakukan langkah pengamanan terhadap akun terkait dan hubungi penyedia layanan jika diperlukan.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada
Sumber : Instagram @bakom.ri
- Modus Penipuan Pencairan BSU
- Penipuan Pencairan BSU
- Pencairan BSU





