Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (27/10/2026) malam pukul 21.43.13 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan hasil analisis parameter BMKG, pusat gempa berada di laut pada koordinat 9,47 derajat Lintang Selatan dan 110,33 derajat Bujur Timur. Lokasinya sekitar 166 kilometer barat daya Gunungkidul, DIY, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menjelaskan, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar geser naik atau oblique thrust.
Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan gempa dirasakan dengan intensitas II MMI di sejumlah wilayah, yakni Bantul, Sleman, Kulon Progo, Wonogiri, Sukoharjo, Trenggalek, Nganjuk, Pacitan, Klaten, Kediri, Ponorogo, Banjarnegara, Lumajang, dan Blitar.
Pada skala II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung terlihat bergoyang.
BMKG juga mencatat empat aktivitas gempa bumi susulan hingga pukul 22.20 WIB. Gempa susulan terbesar tercatat memiliki magnitudo 4,9.
BMKG menyatakan akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan menyampaikan perkembangan informasi kepada para pemangku kepentingan serta masyarakat.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa. (saf/ipg)




