JAKARTA, DISWAY.ID – Sistem peringatan dini dan jalur evakuasi bencana di Indonesia dinilai belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas.
Informasi yang hanya mengandalkan suara atau tampilan visual hingga fasilitas pengungsian yang sulit diakses berpotensi menghambat keselamatan mereka ketika bencana terjadi.
Persoalan tersebut disuarakan perwakilan berbagai ragam disabilitas dalam diseminasi policy brief bertajuk “Pelibatan Bermakna, Ketangguhan Bencana yang Inklusif” di Jakarta, 27 Oktober 2026.
Melalui kegiatan yang melibatkan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis), Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), pemerintah, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan media itu, mereka mendorong perubahan dalam sistem penanggulangan bencana.
BACA JUGA:Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB: Sestama Rustian Hemat Bicara Usai Diperiksa KPK
Penyandang disabilitas menegaskan bahwa mereka bukan sekadar penerima bantuan. Mereka memiliki pengalaman, kapasitas, dan hak untuk ikut menentukan keputusan yang menyangkut keselamatan serta kebutuhan mereka.
Perwakilan penyandang disabilitas netra menyoroti pentingnya informasi peringatan dini dan jalur evakuasi yang dapat diakses.
Peringatan yang hanya berbentuk visual serta jalur evakuasi tanpa petunjuk yang jelas dapat membahayakan keselamatan mereka.
Tantangan tidak berhenti ketika penyandang disabilitas berhasil mencapai tempat pengungsian.
Akses menuju toilet, air bersih, layanan kesehatan, dan lokasi pembagian bantuan juga perlu dipastikan aman dan mudah dijangkau.
BACA JUGA:Status Karhutla Didesak Jadi Bencana Nasional, Nuroji Ungkap Konsekuensi yang Perlu Jadi Pertimbangan
Karena itu, penyandang disabilitas netra meminta agar mereka dilibatkan dalam perancangan informasi kebencanaan dan simulasi evakuasi.
Sementara itu, perwakilan penyandang disabilitas tuli mengingatkan bahwa sirene dan pengumuman melalui pengeras suara saja tidak cukup untuk menyampaikan informasi ketika bencana mengancam.
“Informasi yang terlambat dapat berarti keselamatan yang terlambat,” demikian pesan yang disampaikan perwakilan penyandang disabilitas tuli.
- 1
- 2
- 3
- 4
- »
- Last





