Ketika Penyandang Disabilitas Bersuara, Sistem Peringatan Dini Bencana Dinilai Belum Inklusif

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Sistem peringatan dini dan jalur evakuasi bencana di Indonesia dinilai belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas.

Informasi yang hanya mengandalkan suara atau tampilan visual hingga fasilitas pengungsian yang sulit diakses berpotensi menghambat keselamatan mereka ketika bencana terjadi.

Persoalan tersebut disuarakan perwakilan berbagai ragam disabilitas dalam diseminasi policy brief bertajuk “Pelibatan Bermakna, Ketangguhan Bencana yang Inklusif” di Jakarta, 27 Oktober 2026.

Melalui kegiatan yang melibatkan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis), Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), pemerintah, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan media itu, mereka mendorong perubahan dalam sistem penanggulangan bencana.

BACA JUGA:Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB: Sestama Rustian Hemat Bicara Usai Diperiksa KPK

Penyandang disabilitas menegaskan bahwa mereka bukan sekadar penerima bantuan. Mereka memiliki pengalaman, kapasitas, dan hak untuk ikut menentukan keputusan yang menyangkut keselamatan serta kebutuhan mereka.

Perwakilan penyandang disabilitas netra menyoroti pentingnya informasi peringatan dini dan jalur evakuasi yang dapat diakses.

Peringatan yang hanya berbentuk visual serta jalur evakuasi tanpa petunjuk yang jelas dapat membahayakan keselamatan mereka.

Tantangan tidak berhenti ketika penyandang disabilitas berhasil mencapai tempat pengungsian.

Akses menuju toilet, air bersih, layanan kesehatan, dan lokasi pembagian bantuan juga perlu dipastikan aman dan mudah dijangkau.

BACA JUGA:Status Karhutla Didesak Jadi Bencana Nasional, Nuroji Ungkap Konsekuensi yang Perlu Jadi Pertimbangan

Karena itu, penyandang disabilitas netra meminta agar mereka dilibatkan dalam perancangan informasi kebencanaan dan simulasi evakuasi.

Sementara itu, perwakilan penyandang disabilitas tuli mengingatkan bahwa sirene dan pengumuman melalui pengeras suara saja tidak cukup untuk menyampaikan informasi ketika bencana mengancam.

“Informasi yang terlambat dapat berarti keselamatan yang terlambat,” demikian pesan yang disampaikan perwakilan penyandang disabilitas tuli.

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • »
  • Last

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sirkulasi Siklonik Terdeteksi di Utara Aceh, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
[FULL] Khozinudin Cs Datangi Kemenko Kumham, Minta Yusril Kaji Polemik Ijazah Gibran
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Link Streaming dan Preview Como vs Torino, Fabregas: Kami Sudah Siap dan Menantikan Laga Ini
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Dalami Motif Pembacokan Suporter Bola hingga Tewas di Bogor
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.