Kemajuan berkelanjutan ini terwujud melalui eksekusi konsisten pada empat pilar utama Impact 2030 yang mencakup operasional internal, produk, rantai nilai, hingga pemberdayaan masyarakat.
Pada pilar Electrifying the World, perusahaan terus memimpin transisi teknologi energi melalui elektrifikasi dan digitalisasi. Schneider Electric mencatat penurunan emisi CO2 Scope 1 dan 2 dari kegiatan operasional sebesar 83% dibandingkan baseline tahun 2017. Dalam sembilan bulan pertama tahun 2026, solusi Schneider Electric telah membantu pelanggan menghemat atau mengelektrifikasi 211 juta MWh.
Secara akumulatif sejak 2018, berbagai upaya tersebut membantu pelanggan menghemat dan menghindari emisi CO2 hingga 943 juta ton. Langkah ini sejalan dengan imbauan Presidensi COP31 untuk meningkatkan porsi listrik dalam konsumsi energi akhir global dari 20% menjadi 35% pada tahun 2035.
Melalui pilar Reinventing our Industry, perusahaan mempercepat transformasi rantai nilai dengan merancang produk ramah lingkungan dan melibatkan pemasok. Lewat perluasan program The Zero Carbon Pathway, jumlah pemasok yang memenuhi kualifikasi melonjak sembilan kali lipat dari 15 pemasok pada semester I 2026 menjadi 135 pemasok pada akhir kuartal III, menuju target 1.500 pemasok pada 2030.
Percepatan ini didukung oleh penerapan perangkat digital berbasis AI kepada lebih dari 1.200 pemasok. Selain itu, penggunaan material ramah lingkungan mencapai 22% dari total bahan dan komponen, sementara cakupan layanan sirkular yang membantu memperpanjang masa pakai perangkat meningkat 1,2 kali lipat dibandingkan akhir tahun 2025.
Pada pilar Unlocking Human Potential, perusahaan terus berinvestasi pada pengembangan keterampilan karyawan dan pemberdayaan masyarakat. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, sebanyak 82% karyawan telah mengikuti pelatihan Energy Tech yang ditetapkan perusahaan.
Di sisi akses energi, sejak 2009 Schneider Electric telah membantu 69 juta orang mendapatkan akses listrik berkelanjutan serta membekali 1,5 juta anak muda dengan keterampilan elektrifikasi dan keberlanjutan.
Sementara itu, pada pilar Empowering Local Communities, program Impact Workplaces berkembang pesat dari 5 lokasi pada semester I menjadi 59 lokasi pada akhir kuartal III 2026, menuju target 100 lokasi pada 2030. Keterlibatan karyawan juga meningkat pesat, dengan 9% karyawan berpartisipasi sebagai Agen Perubahan dan lebih dari 6.000 karyawan mengikuti kegiatan sukarela di 57 negara.
Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, menyatakan bahwa hasil sembilan bulan pelaksanaan Impact 2030 semakin memperkuat komitmen perusahaan untuk memajukan teknologi energi. Ia menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak dan kesiapan keterampilan agar teknologi baru memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
Atas berbagai pencapaian ini, Schneider Electric dinobatkan sebagai Enterprise of the Year oleh Sustainability LIVE, meraih Golden Trophy for Sustainable Procurement pada ajang Trophées des Achats 2026, serta memenangkan dua penghargaan Gold dan satu Silver dalam Gulf Sustainability Awards.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Schneider Electric Catat Kemajuan Kinerja Keberlanjutan Q3 2026 Klik untuk baca: https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/lKY3pzJb-schneider-electric-catat-kemajuan-kinerja-keberlanjutan-q3-2026
(MMI)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377611/original/065727200_1792471085-IMG_5844.jpg)


