Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyampaikan rasa sedihnya setelah laga kontra Fleetwood Town. The Gunners tersisih secara prematur dari Piala Liga Inggris karena takluk dari tim kasta keempat Liga Inggris, League Two, tersebut.
The Gunners melawat ke Highbury, Fleetwood pada Rabu (28/10/2026) dini hari tadi WIB. Arteta melakukan rotasi besar-besaran untuk pertandingan ini mengingat padatnya jadwal.
Namun, sejumlah pemain bintang tetap menjadi starter. Di antara mereka, ada Jurrien Timber, Martin Zubimendi, Myles Lewis-Skelly, Kai Havertz, dan Viktor Gyokeres.
Walau begitu, Arsenal kesulitan sejak awal permainan. Fleetwood sudah membuka skor ketika laga baru berjalan 21 menit melalui Aaron Loupalo-Bi.
Tim tamu baru bisa menyamakan skor di menit ke-50 melalui Viktor Gyokeres. Kemudian, Arsenal mengalami kesialan karena Max Dowman dikartu merah menjelang laga berakhir pada menit ke-86.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal selesai. Duel langsung dilanjutkan kepada sesi adu penalti dan Arsenal takluk 3-5 dalam sesi tos-tosan.
Semua penendang Fleetwood sukses melaksanakan tugasnya. Namun, salah satu penendang Arsenal gagal menyelesaikan tugasnya, yaitu Bruno Guimaraes.
Setelah laga, Mikel Arteta menyampaikan ucapan selamat kepada Fleetwood atas kemenangan mereka. Sang pelatih memuji sikap para pemain lawan, namun sayangnya ini juga hari yang menyedihkan untuk Arsenal.
"Pertama-tama, selamat kepada Fleetwood karena lolos ke babak selanjutnya. Cara mereka melakukannya, dan bagi kami ini adalah hari yang sangat menyedihkan," kata Arteta seperti dilansir AFP.
Walau takluk, Arteta enggan mencela para pemainnya. Menurutnya, para pemain telah bersikap dan menunjukkan dedikasi yang tepat di lapangan.
"Tidak ada yang perlu dikritik dari para pemain atas sikap dan dedikasi mereka. Tekad mereka, Anda bisa melihatnya sejak awal, bahkan dengan 10 pemain. Tetapi kami kebobolan gol yang sangat buruk di awal yang memberi mereka momentum,” tambahnya.
"Jelas kami menguasai bola, memiliki banyak peluang, banyak tembakan, dan jika Anda ingin selisihnya lebih besar daripada adu penalti, Anda perlu memanfaatkannya. Dan kami tidak melakukannya," tutur Arteta.




