Denpasar: Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Danantara mempercepat restrukturisasi PTPN I untuk memperbaiki kinerja keuangan, menata portofolio usaha, dan memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan restrukturisasi diarahkan untuk memastikan seluruh entitas PTPN Group, termasuk PTPN I, PTPN IV, dan SugarCo, memiliki kondisi keuangan yang sehat serta kapasitas untuk mengembangkan bisnis.
"Intinya kita ingin semuanya sehat. PTPN I sehat, PTPN IV sehat, SugarCo-nya sehat sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengekspansi bisnisnya," ujar Dony seperti dikutip dari Antara, Rabu, 28 Oktober 2026.
Perbaikan kinerja PTPN I mulai terlihat dari capaian laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) yang positif sebesar Rp1,9 triliun.
Sinergi dengan PalmCo juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam memperkuat kondisi keuangan grup. Restrukturisasi dilakukan melalui penataan aset, pembenahan struktur pembiayaan, serta optimalisasi sinergi antarentitas di lingkungan PTPN Group.
Salah satu pendekatan yang disiapkan ialah transaksi nontunai (non-cash) untuk membantu mengurangi beban perusahaan, termasuk melalui skema inovasi transaksi atau set-off.
Selain itu, penguatan tata kelola investasi menjadi bagian dari upaya memastikan setiap keputusan bisnis dilakukan secara terukur dan mendukung keberlanjutan perusahaan.
Baca Juga :
PTPN III Dorong Hilirisasi Sawit Lewat Inovasi Produk Oleo(Pabrik sawit PTPN. Foto: ptpn4.co.id)
Fokus peningkatan produktivitas komoditasDari sisi operasional, PTPN I menyiapkan program peningkatan produktivitas komoditas unggulan, terutama karet, teh, dan kopi. Restrukturisasi bisnis sendiri ditargetkan terlaksana pada 1 Januari 2027.
Setelah itu, perusahaan akan melanjutkan langkah perbaikan operasional untuk memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan daya saing.
Dony menegaskan, restrukturisasi PTPN Group tidak sekadar menyangkut perubahan struktur organisasi atau kepemilikan. Penataan tersebut diarahkan untuk membangun perusahaan yang sehat secara keuangan dan solid dalam menjalankan bisnis.
"Saya tidak mungkin membiarkan ada perusahaan yang rugi karena konsep penataan seluruh perusahaan ini kan justru menjadikan perusahaan ini solid semua, sehat-sehat semua. Nanti performance manajemennya juga sama," tegas Dony.
Melalui restrukturisasi tersebut, BP BUMN dan Danantara mendorong perbaikan kinerja seluruh entitas PTPN Group, mulai dari kondisi keuangan dan tata kelola hingga kapasitas pengembangan usaha secara berkelanjutan.




