Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penantangnya, Gadi Eisenkot, sama-sama mengeklaim mendapat mandat untuk membentuk pemerintahan, Rabu (28/10). Hingga saat ini, persaingan dalam pemilu Israel masih berlangsung ketat.
Pemilu Israel 2026 merupakan pemilu pertama setelah perang Gaza pecah pada 7 Oktober 2023. Sejumlah lembaga internasional dan negara menilai Israel telah melakukan berbagai pelanggaran HAM.
Pada pemilu kali ini, tingkat partisipasi pemilih juga memecahkan rekor tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.
Adapun hasil exit poll terbaru menunjukkan Eisenkot — yang merupakan eks panglima militer Israel — dan blok oposisinya hanya unggul tipis dari aliansi sayap kanan Netanyahu. Kedua blok juga belum mencapai ambang batas untuk membentuk pemerintahan.
Kendati belum ada pengumuman resmi, Netanyahu menemui para pendukungnya di Yerusalem. Di sana, Netanyahu mengeklaim akan membentuk pemerintahan sayap kanan yang kuat.
"Mayoritas Yahudi dan Zionis harus bersatu," kata Netanyahu di depan para pendukungnya, seperti dikutip dari Reuters.
Netanyahu tidak mengeklaim telah meraih kemenangan. Ia pun hanya sebentar berada di hadapan para pendukungnya di Yerusalem.
Netanyahu adalah PM dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Israel, melewati rekor pendiri Israel, David Ben-Gurion. Total masa jabatannya sudah melebihi 16 tahun.
Peringatan EisenkotSerupa dengan Netanyahu, Eisenkot turut menemui pendukungnya di Tel Aviv. Eisenkot kemudian memperingatkan Netanyahu agar tidak menggunakan perang untuk tujuan politik pribadinya.
"Netanyahu, jangan berani-beraninya menggunakan keamanan Israel untuk kepentingan politiknya," kata Eisenkot.
"Publik telah memilih perubahan. Seorang pemimpin yang layak akan menerima mosi tidak percaya dari rakyat tersebut dan mengumumkan pengunduran dirinya dari kehidupan politik hari ini," tegas dia.





