Indonesia Dilirik untuk Produksi Mobil Double Cabin Tujuan Australia

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah melihat peluang bagi industri otomotif Indonesia untuk memperluas ekspor kendaraan ke Australia, termasuk melalui produksi mobil double cabin. Toyota Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang didorong untuk memanfaatkan peluang tersebut, seiring upaya meningkatkan volume dan memperluas negara tujuan ekspor kendaraan buatan dalam negeri.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisinya di pasar Australia. Menurut dia, jarak geografis yang relatif dekat serta adanya perjanjian kerja sama ekonomi antara kedua negara dapat menjadi modal untuk meningkatkan daya saing produk otomotif nasional.

Baca Juga :
Duel SUV Hybrid Rp400 Jutaan: Mitsubishi Xforce HEV vs Toyota Yaris Cross Hybrid
Tak Sama dengan Mobil Listrik, Begini Rencana Insentif Mobil Hybrid

“ Australia masih banyak mendapatkan pasokan kendaraan dari negara tetangga, padahal secara geografis Indonesia lebih dekat. Kita juga sudah memiliki perjanjian kerja sama ekonomi dengan Australia yang seharusnya dapat meningkatkan daya saing produk otomotif Indonesia,” kata Sarmuji dalam keterangannya yang diterima VIVA, Rabu (28/10/2026).

Ia secara khusus menyoroti peluang produksi kendaraan double cabin di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar Australia. Kendaraan jenis ini umumnya digunakan untuk menunjang aktivitas bisnis, pekerjaan lapangan, hingga kebutuhan berkendara di berbagai kondisi jalan.

Pemerintah berharap industri otomotif nasional tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi juga mampu meningkatkan kontribusinya terhadap rantai pasok kendaraan di kawasan regional.

Meski demikian, rencana produksi double cabin untuk pasar Australia tersebut belum menjadi keputusan resmi Toyota. Dalam pertemuan itu, pemerintah menyampaikan dorongan agar peluang tersebut dapat dikaji lebih lanjut oleh perusahaan.

“ Kami menyarankan agar kendaraan double cabin juga dapat diproduksi di Indonesia. Kalau memang diperlukan perbaikan ekosistem industrinya, pemerintah siap mendukung agar peluang ekspor tersebut bisa dimanfaatkan,” ujar Sarmuji.

Toyota Diminta Perluas Pasar Ekspor

Selain menyoroti peluang kendaraan double cabin, pemerintah meminta Toyota meningkatkan ekspor dari Indonesia, baik dari sisi jumlah kendaraan, variasi model, maupun negara tujuan.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, ekspor Toyota pada tahun ini mengalami peningkatan. Perusahaan juga berupaya melanjutkan pertumbuhan tersebut melalui perluasan pasar dan penambahan variasi kendaraan yang dikirim ke luar negeri.

Baca Juga :
Deepal S07 Punya Banyak Fitur, dari Lampu Warna-warni sampai Lihat Kolong
Punya STNK dan BPKB, Mobil dan Motor Bisa Jadi Bodong karena Hal Ini
Xpeng X9 Hantam Pohon dan Tiang Sampai Rusak Parah, Airbag Tak Mengembang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 Pekan Lagi Proses Naturalisasi Taisei Marukawa Diharapkan Tuntas, Bisa Gabung Timnas Indonesia di FIFA Matchday November?
• 24 menit lalutvonenews.com
thumb
Igor Tolic Tak Mau Sesumbar meski Persib di Puncak Klasemen ACL 2: Kami Tetap Tim Underdog
• 10 jam lalubola.com
thumb
Kebakaran Permukiman Padat di Menteng Padam, Damkar Lakukan Pendinginan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
BRI Lanjutkan Buyback Saham, Siapkan Dana Jumbo Rp1 Triliun
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polda Riau Bongkar Jaringan Narkoba Internasional Asal Malaysia, Sita 35 Kg Sabu dan Tangkap Lima Tersangka
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.