Menyusuri Rute TJ Bekasi-Jakarta: dari 6 Pemberhentian, Hanya 2 yang Ada Halte

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Layanan Transjabodetabek B41 menjadi salah satu pilihan transportasi warga yang bepergian dari Bekasi menuju Jakarta. Namun, ketersediaan fasilitas di sepanjang rute tersebut belum merata. Dari enam titik pemberhentian yang dilalui, hanya dua yang sudah berbentuk halte.

kumparan menjajal bus dari Halte Vida menuju Cawang Sentral pada Rabu (28/10). Total perjalanan memakan waktu sekitar 50 menit.

Perjalanan dimulai dari Halte Vida pada pukul 10.00 WIB. Bus kemudian berhenti di Simpang Cipendawa 1 pada pukul 10.08 WIB, Komsen pada pukul 10.20 WIB, Jatibening pada pukul 10.32 WIB, dan Pool Taksi Cawang pada pukul 10.46 WIB. Bus tiba di Halte Cawang Sentral pada pukul 10.50 WIB.

Sepanjang perjalanan, penumpang harus mengandalkan fasilitas pemberhentian yang berbeda-beda, termasuk titik yang belum memiliki tempat berteduh maupun tempat duduk.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena layanan Transjabodetabek menghubungkan kawasan permukiman di kota penyangga dengan pusat aktivitas di Jakarta.

Bagi penumpang yang menunggu bus, ketersediaan halte dapat memengaruhi kenyamanan, terutama ketika cuaca panas atau hujan.

Salah satu titik yang terlihat ramai adalah pemberhentian Komsen. Penumpang di lokasi ini mengantre hingga mengular pada pukul 04.30-06.00 WIB dan 09.30-11.00 WIB.

Di pemberhentian Komsen juga terdapat tempat duduk berbahan papan kayu yang bertuliskan "Dibikin Warga". Menurut warga sekitar, fasilitas tersebut memang dibuat oleh warga setempat.

Bus Transjabodetabek B41 yang melayani rute Vida-Bekasi hingga Cawang Sentral beroperasi setiap hari pukul 05.00-22.00 WIB.

Polemik Halte Transjabodetabek di Bekasi

Persoalan fasilitas halte di sejumlah titik pemberhentian Transjabodetabek di Bekasi sebelumnya juga disorot Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Dalam sebuah kesempatan, Pramono mengaku menerima keluhan dari warga Bekasi mengenai halte yang belum kunjung dibangun. Ia bahkan berkelakar bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat mengambil alih pembangunan halte apabila fasilitas tersebut tak kunjung tersedia.

"Ada pertanyaan dari para pengguna, terutama dari warga Bekasi. Kenapa haltenya enggak dibangun-bangun, begitu," ujar Pramono.

Ia kemudian menyinggung kemungkinan Pemprov DKI Jakarta turun tangan membangun halte tersebut.

"Tapi kalau enggak dibangun-bangun nanti kami yang bangunin enggak apa-apa juga," katanya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons. Ia menyatakan pembangunan halte di Bekasi sedang diproses dan ditargetkan rampung pada November 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pansus DPRD Sulsel Konsultasikan Aturan Profit Sharing IUPK ke Kementerian ESDM
• 20 jam laluharianfajar
thumb
PLTN Terus Dibicarakan, Mengapa Aturan Lembaga NEPIO Tak Kunjung Disahkan?
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sandiaga Ungkap Aksi Saratoga (SRTG) Buka Jalan ke Bisnis Data Center Lewat TBIG
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
75 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Warga Bekasi Andalkan Sumur Pompa
• 20 jam laludetik.com
thumb
Tren Belanja F&B Meningkat, Tokopedia dan TikTok Shop Catat 66 Juta Transaksi
• 23 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.