Konser Andrea Bocelli dan Seruan Solidaritas untuk Kemerdekaan Palestina

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Konser Andrea Bocelli dan Seruan Solidaritas untuk Kemerdekaan PalestinaNasional | okezone | Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:32Dengarkan Berita

JAKARTA - Konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia dikabarkan akan berjalan sesuai rencana setelah sebelumnya menjadi polemik dan penolakan di tengah masyarakat terkait isu Palestina.

Penyanyi tenor legendaris asal Italia ini akan menggelar konser di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026 dan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026

“Momentum pertunjukan musik internasional ini akan memperkuat solidaritas kemanusiaan, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, dan komitmen mewujudkan perdamaian dunia,” ujar Inisiator Qutb Global Indonesia, Hery Haryanto Azumi, Rabu (28/10/2026).

Hery mengatakan, seni dan musik dapat menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa, agama, dan kebudayaan. Selain itu juga dapat membuka ruang bagi pesan kemanusiaan dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat dunia.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Indonesia dan seluruh penyelenggara yang telah berupaya menghadirkan konser Andrea Bocelli sebagai momentum kebudayaan yang bermakna,”ujarnya.

Baca Juga:Kasus Penistaan Agama Injak Alquran di Lebak, Ini Vonis untuk 2 Terdakwa

“Kami berharap peristiwa ini sekaligus memperkuat komitmen bersama terhadap Free Palestine dan perdamaian dunia,” lanjutnya.

Musik kata dia, seharusnya tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga membangkitkan nurani kemanusiaan, mempererat persaudaraan, dan mengingatkan kita bahwa setiap bangsa berhak hidup dalam kemerdekaan, keadilan, dan martabat.

“Dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari komitmen universal untuk menghormati hak suatu bangsa menentukan masa depannya sendiri dan hidup tanpa penindasan. Seruan tersebut, katanya, perlu diwujudkan melalui dukungan kemanusiaan, diplomasi perdamaian, serta upaya internasional yang mendorong perlindungan warga sipil,”ulasnya.

Ia juga mengaitkan pesan tersebut dengan amanat konstitusi Indonesia. Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara tegas menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

 

“Perdamaian dunia tidak akan memiliki makna yang utuh selama masih ada bangsa yang hidup dalam penderitaan dan kehilangan hak atas kemerdekaannya,”ujarnya.

Baca Juga:Sengketa Syarat Ijazah Gibran Dilanjut Rabu 30 September dengan Agenda Pembuktian

“Free Palestine adalah seruan kemanusiaan, seruan keadilan, dan harapan bagi terwujudnya perdamaian yang bermartabat. Kami ingin Indonesia terus menjadi bagian penting dari diplomasi perdamaian dunia, dengan menjadikan seni, kebudayaan, dan dialog antarperadaban sebagai sarana memperkuat solidaritas global,” lanjut Hery.

Lebih lanjut dia menambahkan,  momentum konser juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas inisiatif kemanusiaan, termasuk penggalangan bantuan bagi masyarakat Palestina.

Upaya tersebut kata dia, perlu dijalankan melalui mekanisme yang transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan agar bantuan benar-benar mendukung kebutuhan masyarakat yang terdampak.

“Kita berharap konser Andrea Bocelli tidak hanya meninggalkan kesan artistik, tetapi juga menginspirasi kepedulian yang lebih luas terhadap Palestina dan berbagai upaya membangun tatanan dunia yang damai, adil, serta bermartabat,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya membantah anggapan sejumlah pihak yang menyebut pemboikotan konser Andrea Bocelli di Indonesia dipicu sentimen keagamaan.

Baca Juga:Kuliah Umum di UMSU, Kapolri Dorong Mahasiswa Kuasai Teknologi Secara Bijak dan Produktif

Lembaga itu menegaskan, penolakan yang mereka serukan murni karena persoalan etika, moralitas, dan kemanusiaan secara universal.

“Kami tolak bukan karena lagunya. Pun bukan karena agama yang dianutnya,” tutur Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, beberapa waktu lalu.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PM Muhaimin: 44.200 anak keluarga miskin sekolah di Sekolah Rakyat
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Peristiwa 28 Oktober: Hari Sumpah Pemuda
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Ahli BPK Ungkap Fee Kuota Haji Rp143,9 Miliar, Yaqut Bantah Terima Aliran Dana
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Pemadaman Listrik Makassar Hari Ini 28 Oktober 2026, Berlangsung hingga Pukul 24.00 Wita
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Buka Ruang Aspirasi, Bakom Ajak Aksi 28 Oktober Tetap Damai-Tertib
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.