Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemerintah menyiapkan insentif fiskal senilai Rp1 triliun untuk pemerintah daerah yang dinilai berprestasi. Salah satu indikator penilaian tahun depan adalah dukungan kepala daerah terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Dan terakhir, kita juga, kami sudah sampaikan tadi bahwa tahun ini ada insentif fiskal yang kita pertandingkan sebanyak Rp 1 triliun dalam tiga gelombang, enam region,” kata Tito di Kemendagri, Jakarta, Rabu (28/10).
Tito mengatakan skema tersebut akan kembali dilanjutkan pada tahun depan. Salah satu kategori yang akan dinilai adalah kepala daerah yang paling mendukung atau memiliki kreativitas dalam menyukseskan program MBG.
“Nah, tahun depan kita akan juga pertandingkan, salah satunya adalah kepala daerah yang paling mendukung program MBG atau kreatif dan lain-lain mensukseskan program makanan bergizi gratis ini,” ujarnya.
Menurut Tito, kompetisi akan dilakukan antara pemerintah daerah dengan tingkat pemerintahan yang sama, yakni provinsi dengan provinsi, kabupaten dengan kabupaten, serta kota dengan kota.
“Tentu akan diberikan penghargaan yang nomor 1, Rp 3 miliar, nomor 2, ada ke provinsi, antar provinsi, kabupaten, antar kabupaten, kota, antar kota, di enam region yang berbeda,” kata Tito.
Daerah yang berada di peringkat pertama akan mendapatkan insentif Rp3 miliar. Sementara peringkat kedua memperoleh Rp2 miliar dan peringkat ketiga Rp1 miliar.
“Itu Rp 3 miliar nomor 1, nomor 2, Rp 2 miliar, nomor 3, Rp 1 miliar,” ujarnya.
Tito mengatakan rencana anggaran tersebut telah dibicarakan dengan Menteri Keuangan. Menurutnya, pemerintah telah berkomitmen menyediakan anggaran Rp 1 triliun untuk skema tersebut.
“Kemarin saya rapat dengan Menteri Keuangan, Menteri Keuangan komit sudah untuk menyiapkan anggaran 1 triliun tersebut. Saya kira demikian,” kata Tito.





