Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana melarang penggunaan istilah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara luas.
IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana melarang penggunaan istilah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara luas.
Dilansir dari The Independent pada Rabu (28/10/2026), dia ingin menggantinya dengan istilah kecerdasan super atau super intelligence (SI).
"Kapan The Wall Street Journal akan mulai mengganti AI, nama yang sangat buruk dan tidak akurat, menjadi SI? Istilah itu mulai banyak digunakan orang," kata Trump di media sosial.
"Dalam waktu singkat, kami akan secara resmi melarang istilah AI dalam semua dokumen yang relevan, dan semua hal lainnya, karena ketidakakuratannya," kata Trump di platfom Truth Social.
Karena AI telah merambah kehidupan sehari-hari masyarakat, istilah itu umum digunakan dan kemungkinan sulit untuk dihilangkan.
Bulan lalu, Trump telah menginstruksikan pemerintah federal untuk menggunakan istilah SI sebagai pengganti AI.
"Terminologi yang digunakan oleh pemerintah federal harus mencerminkan kemampuan transformatif teknologi ini dan peluang tak terbatas yang mereka ciptakan bagi rakyat Amerika," kata presiden dalam sebuah perintah eksekutif.
Istilah AI diciptakan pada 1955 oleh profesor emeritus Universitas Stanford, John McCarthy, yang mengartikannya sebagai ilmu dan teknik pembuatan mesin cerdas. (Wahyu Dwi Anggoro)





