Jakarta, VIVA – Sarwendah dikabarkan telah menyerahkan bukti-bukti seperti hasil pemeriksaan psikolog forensik terkait dugaan kekerasan terhadap anak hingga terkait kesehatan Ruben Onsu untuk melawan mantan suaminya itu.
Kuasa hukum Sarwendah, Mark Adrianus, Abraham Simon, dan Chris Sam Siwu menyebut ada total 102 barang bukti, berupa 9 video, 70 surat dan 23 foto.
"Kami menunjukkan bahwa klien kami lah yang paling layak untuk mempertahankan hak asuh anak-anaknya. Dalam bukti psikolog forensik tidak ditemui adanya kekerasan terhadap anak," kata Abraham Simon ke awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).
"Dalam bukti psikolog forensik tidak ditemui adanya kekerasan terhadap anak," tambah Chris.
Abraham Simon menambahkan bahwa dalam 102 bukti itu terdapat bukti Sarwendah yang sudah tidk mendapatkan biaya untuk anak-anaknya dari Januari 2026.
"Sejak Januari 2026 klien kami tidak lagi menerima biaya pemeliharaan dan pendidikan untuk anak-anak," ungkapnya.
Teekait hasil pemeriksaan psikolog forensik terhadap anak-anak dan Sarwendah, Chris Sam Siwu juga mengungkapkan bukti itu sudah diajukan.
Dari hasil pemeriksaan, Thalia dan Thania disebut menunjukkan fungsi perkembangan psikologis yang sesuai dengan tahap usia.
Hasil pemeriksaan psikologis Sarwendah juga memiliki kepribadian yang sesuai sebagai pengasuh.
"Psikolog juga melihat bahwa Sarwendah sangat penting bagi anak-anak dalam proses pengasuhan. Artinya, Sarwendah berhasil menjalankan fungsi pengasuhan," ujarnya.
"Psikolog melihat bahwa pengasuhannya Sarwendah dilakukan melibatkan kedua orang tuanya," sambung Chris.
Tak hanya bukti-bukti itu, Chris juga mengatakan masih ada bukti-bukti lain yang dipersiapkan untuk persidangan.
"Kita akan uji itu di persidangan. Tapi menurut kami, karena di situ ada video call itu ada dua orang dan kami mendapatkan izin dari salah satu, menurut kami tidak ada masalah," tegasnya.
"Kami sangat yakin bahwa bukti-bukti yang kami sampaikan adalah asli, autentik, dan sama sekali tidak ada editing atau manipulasi," tambah Abraham Simon.
Diberitakan sebelumnya, perseteruan yang terjadi antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini berujung dengan aksi bullying dan body shaming ke orang sekitar mereka.
Hal tersebut tidak dilakukan langsung oleh Sarwendah dan Ruben namun dilakukan oleh fans atau pendukung.





