PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diperkirakan masih menjaga momentum kinerja positif menjelang publikasi laporan keuangan kuartal III-2026.
IDXChannel - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diperkirakan masih menjaga momentum kinerja positif menjelang publikasi laporan keuangan kuartal III-2026.
Kinerja solid dalam dua kuartal sebelumnya menjadi salah satu dasar proyeksi tersebut. Bisnis financial technology (fintech) dinilai berpotensi kembali menjadi salah satu penopang profitabilitas perseroan.
Analis MNC Sekuritas, Christian, menilai pencapaian dalam dua kuartal terakhir menunjukkan perbaikan pada kinerja bisnis dan profitabilitas GoTo.
“GoTo telah menunjukkan kinerja yang solid dalam dua kuartal terakhir. Pertumbuhan pendapatan yang diikuti peningkatan profitabilitas menjadi modal penting untuk menjaga momentum pada kuartal III,” ujar Christian.
Meski demikian, kinerja kuartal III akan menghadapi tantangan dari penerapan komisi 8 persen pada layanan transportasi roda dua selama satu kuartal penuh.
Kebijakan yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 tersebut berpotensi menekan kontribusi bisnis roda dua terhadap kinerja on-demand services (ODS).
“Penurunan komisi menjadi 8 persen jelas menekan top-line dan bottom-line bisnis ODS roda dua. Pendapatan yang diperoleh dari setiap transaksi berkurang, sehingga ada tekanan langsung terhadap profitabilitasnya. Dampak ini perlu diperhitungkan dalam membaca kinerja kuartal III,” tutur Christian.
Menurutnya, tekanan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kontribusi dari segmen lainnya agar profitabilitas grup tetap terjaga.
“Dengan tekanan pada bisnis roda dua, kontribusi fintech dan layanan lainnya menjadi semakin penting. Kami melihat fintech masih memiliki momentum yang kuat untuk membantu mengimbangi tekanan tersebut dan menjaga kinerja grup tetap solid,” kata dia.
Pada kuartal II-2026, GoTo membukukan laba bersih Rp252 miliar, meningkat sekitar 47 persen dibandingkan Rp171 miliar pada kuartal sebelumnya.
Dengan capaian tersebut, perseroan mencatatkan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut.
Pendapatan bersih juga meningkat 31 persen secara tahunan menjadi Rp5,7 triliun.
Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan melonjak 137 persen menjadi Rp1,01 triliun, atau untuk pertama kalinya menembus Rp1 triliun.
Dari sisi segmen, fintech menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama pada kuartal II-2026.
Pendapatan bersih segmen tersebut meningkat 53 persen secara tahunan menjadi Rp2,07 triliun.
EBITDA yang disesuaikan juga melonjak 447 persen menjadi Rp481 miliar, untuk pertama kalinya melampaui capaian ODS sebesar Rp464 miliar.
Pertumbuhan tersebut turut diikuti peningkatan aktivitas pengguna. Rata-rata pengguna bertransaksi bulanan fintech mencapai 28,8 juta, naik 29 persen secara tahunan, sementara jumlah transaksi meningkat 91 persen menjadi 2,4 miliar.
Nilai transaksi bruto atau GTV inti fintech juga tumbuh 91 persen menjadi Rp157 triliun.
“Fintech memiliki momentum yang kuat, baik dari pertumbuhan pengguna maupun aktivitas transaksi. Dengan skala bisnis yang terus berkembang, kami memperkirakan segmen ini kembali menjadi kontributor yang paling menonjol dalam kinerja GoTo pada kuartal III,” kata Christian.
Christian menilai laporan keuangan kuartal III akan menjadi indikator untuk melihat kemampuan GoTo mempertahankan profitabilitas di tengah perubahan struktur komisi pada layanan roda dua.
“Fokusnya adalah seberapa jauh pertumbuhan fintech dan kontribusi bisnis lainnya mampu mengimbangi tekanan pada roda dua. Dengan modal kinerja dua kuartal sebelumnya, kami tetap optimistis terhadap prospek GoTo,” imbuh dia. (Aldo Fernando)





