Jakarta: Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengandalkan transformasi badan usaha milik negara (BUMN) dan pengembangan industri berbasis teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan transformasi BUMN menjadi salah satu fondasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.
Menurut dia, Danantara menjalankan peta jalan transformasi lima tahun yang mencakup konsolidasi dan restrukturisasi perusahaan, penguatan sumber daya manusia dan budaya korporasi, pengembangan teknologi, serta penciptaan nilai.
"Melalui konsolidasi, restrukturisasi, penguatan sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi, kami ingin meningkatkan kinerja perusahaan sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia," kata Dony seperti dikutip dari Antara, Rabu, 28 Oktober 2026.
Transformasi tersebut diterapkan di sejumlah sektor, termasuk bandara, melalui peningkatan pengalaman penumpang dan pengembangan sumber pendapatan non-aeronautika.
Dony juga menekankan pentingnya memperkuat kemampuan BUMN dalam meningkatkan kinerja dan menghasilkan keuntungan yang dapat diinvestasikan kembali untuk mendukung pengembangan usaha.
Baca Juga :
Transformasi BUMN Berhasil, Danantara: Laba Naik 18,4%(Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. Foto: dok BUMN)
Dorong penguatan industri berbasis teknologiDari sisi pengembangan industri, Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa mengatakan inovasi dan teknologi menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menurut Sigit, strategi tersebut membutuhkan penguatan kapabilitas industri domestik agar mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi dan bersaing di pasar global.
"Kita perlu meningkatkan kemampuan industri, mulai dari desain, riset dan pengembangan, hingga produksi massal, sehingga Indonesia dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Kami mengembangkan proyek-proyek di sejumlah klaster industri prioritas untuk memperkuat kapasitas nasional dan membangun industri yang lebih kompetitif," kata Sigit.
Ia menjelaskan, strategi peningkatan kapasitas industri bertumpu pada tiga prinsip utama, yakni meningkatkan kompleksitas industri, memperdalam kapabilitas domestik, serta membangun skala usaha yang mampu bersaing di pasar global.
Melalui pendekatan tersebut, penguatan kinerja BUMN dan pengembangan industri berbasis teknologi diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.




