Grid.ID - Di tengah kesibukan sehari-hari, perhatian terhadap kesehatan mental terkadang luput dari prioritas. Padahal, menjaga kondisi diri sendiri dan peka terhadap keadaan orang lain bisa dimulai dari hal-hal sederhana.
Pesan itulah yang ingin dihadirkan lewat ikon Heart of Kompas Gramedia yang kini hadir sebagai pengingat pentingnya kesehatan mental. Bukan hanya berbentuk hati, ikon tersebut juga menyimpan sejumlah elemen yang berkaitan dengan sejarah kepedulian terhadap kesehatan mental yang dilakukan oleh Kompas Gramedia.
Ikon berbentuk hati tersebut memuat sejumlah elemen yang memiliki makna tersendiri, termasuk potret dua tokoh yang turut mewarnai perjalanan sejarah media Indonesia, almarhum P.K. Ojong dan Jakob Oetama. Selain itu, terdapat simbol pita hijau yang kerap digunakan untuk mewakili kepedulian terhadap kesehatan mental.
Perpaduan elemen inilah yang membawa pesan tentang nilai kemanusiaan dan pentingnya merawat dan menjaga kepedulian terhadap sesama. Kehadiran ikon dan pesan ini diharapkan dapat mengingatkan masyarakat bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesejahteraan yang tidak boleh diabaikan.
Ikon ini dihadirkan setelah RSKJ Dharmawangsa memberikan apresiasi atas dukungan dalam penyelenggaraan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025. Apresiasi tersebut diserahkan oleh Presiden Direktur PT Dharmawangsa Raya, Marco Gandasubrata, kepada Corporate Communication Director Kompas Gramedia, Glory Oyong, pada Rabu (28/10/2026).
Glory Oyong berharap keberadaan ikon Heart of Kompas Gramedia itu dapat menjadi pengingat bagi karyawan hingga tokoh masyarakat untuk tetap memperhatikan kesehatan mental di tengah aktivitas yang menyibukkan. Ia juga berharap simbol tersebut menarik perhatian orang-orang yang melihat ikon tersebut dan membuat pesan kepedulian ini semakin dikenal.
“Teman-teman karyawan diharapkan setelah melihat simbol hati ini dapat terus mengingat betapa pentingnya menjaga kesehatan mental. Mudah-mudahan dengan adanya ikon ini di lobi Menara Kompas, banyak yang tertarik untuk berfoto dan menjadikannya pengingat bagi kita semua,” ujar Glory Oyong ditemui di Gedung Kompas, Palmerah, Jakarta Barat.
Pesan tentang kesehatan mental sendiri dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tekanan pekerjaan, aktivitas yang padat, hingga berbagai persoalan pribadi bisa membuat seseorang lupa memberikan waktu bagi dirinya untuk beristirahat dan memulihkan energi.
Padahal, menjaga kesehatan mental bisa dimulai dengan mengenali kondisi diri sendiri. Memberi waktu untuk beristirahat, tidak memaksakan diri ketika merasa kewalahan, serta menyediakan ruang untuk memulihkan energi menjadi beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.
Kepedulian juga dapat ditunjukkan melalui cara memperlakukan orang lain. Bersedia mendengarkan cerita tanpa terburu-buru menghakimi, memberi dukungan ketika seseorang menghadapi masalah, dan menghargai perasaan orang lain bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih suportif.
Marco Gandasubrata turut menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan kerja. Menurutnya, upaya menjaga kesejahteraan pekerja membutuhkan dukungan serta kolaborasi dari berbagai pihak.
“Kesehatan mental mempengaruhi semua orang, termasuk para pekerja di berbagai perusahaan. Kami berharap ke depannya dapat berkolaborasi dengan Kompas Gramedia untuk mendukung upaya menjaga kesehatan mental karyawan,” ujar Marco didampingi Glory Oyong.
Pada akhirnya, perhatian terhadap kesehatan mental tidak cukup hanya melalui kampanye atau simbol pengingat. Hal tersebut perlu diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari, mulai dari memberi perhatian kepada diri sendiri hingga lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitar.(*)
Artikel Asli




