Pantau - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, mempercepat pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco Industrial Park (GESEIP) di Kecamatan Galang, Kota Batam, dengan total rencana investasi mencapai Rp175 triliun dan potensi penyerapan hingga 30.000 tenaga kerja.
Percepatan proyek tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara BP Batam dan PT Galang Bumi Industri di Batam, Rabu (28/10/2026).
Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal kerja sama dalam penyusunan rencana bisnis, percepatan perizinan, serta persiapan pembangunan infrastruktur kawasan industri yang direncanakan mencakup lahan seluas 851 hektare.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat realisasi proyek strategis nasional di wilayah Galang.
“Hari ini kita sudah menandatangani MoU dalam rangka untuk percepatan program strategis nasional di Galang. Setelah MoU ini kita akan membuat satu business plan untuk memulai dengan lahan 150 hektare,” kata Fary.
Pembangunan Kawasan Industri Dimulai dari Lahan 150 HektareBP Batam bersama pihak pengembang akan menyusun rencana bisnis atau business plan sebagai dasar pelaksanaan pembangunan kawasan industri Wiraraja GESEIP.
Proyek tersebut direncanakan dikembangkan secara bertahap di atas lahan seluas sekitar 851 hektare yang berada di Kecamatan Galang, Kota Batam.
Pada tahap pertama, pembangunan akan difokuskan pada lahan seluas 150 hektare sebelum dilanjutkan dengan pengembangan tahap kedua dan ketiga.
Pelaksanaan pembangunan secara bertahap dilakukan untuk mempersiapkan kawasan industri beserta berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi.
BP Batam bersama Wiraraja Group juga akan melakukan koordinasi untuk mempercepat pemenuhan persyaratan perizinan, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dasar.
Infrastruktur tersebut diperlukan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan yang nantinya beraktivitas di kawasan industri Galang.
Industri Semikonduktor dan Hilirisasi Pasir Silika Jadi Fokus UtamaKetua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) sekaligus Presiden Direktur Wiraraja GESEIP, Akhmad Ma’ruf Maulana, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan industri di Galang akan berfokus pada dua sektor utama.
Kedua sektor tersebut adalah hilirisasi pasir silika dan industri semikonduktor yang membutuhkan dukungan teknologi tinggi serta tenaga kerja dengan keahlian khusus.
“Yang di Galang produknya hilirisasi pasir silika sama semikonduktor. Itu padat karya dan teknologi tinggi, ini semua pihak harus mendukung,” ungkap Akhmad Ma’ruf.
Pengembangan proyek Wiraraja GESEIP melibatkan konsorsium yang terdiri atas empat perusahaan, yakni Tynergy Technology Group, Quantum, Essence Global, dan Energy Tech.
Keempat perusahaan tersebut terlibat dalam rencana pengembangan kawasan industri yang diarahkan menjadi pusat kegiatan hilirisasi dan industri berteknologi tinggi di Batam.
Akhmad Ma’ruf menjelaskan bahwa nilai investasi sebesar Rp175 triliun merupakan total keseluruhan rencana pengembangan proyek, bukan hanya kebutuhan investasi untuk pembangunan tahap pertama.
Anggaran investasi tersebut mencakup pembangunan kawasan industri serta berbagai infrastruktur pendukung yang dirancang secara terintegrasi.
Fasilitas pendukung yang direncanakan antara lain pembangkit listrik dan sistem penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan operasional industri.
“Nilai investasi Rp175 triliun merupakan nilai keseluruhan pengembangan proyek, yang dirancang dengan dukungan infrastruktur terintegrasi, termasuk pembangkit listrik dan penyediaan air,” jelas Akhmad Ma’ruf.
Proyek Berpotensi Serap 30 Ribu Pekerja, 80 Persen Ditargetkan Warga LokalDari sisi ketenagakerjaan, pengembangan kawasan industri Wiraraja GESEIP diperkirakan berpotensi menyerap sekitar 20.000 hingga 30.000 tenaga kerja ketika pembangunan dan kegiatan industri telah berjalan.
Kebutuhan tenaga kerja tersebut mencakup berbagai bidang yang berkaitan dengan pembangunan kawasan, pengoperasian fasilitas industri, serta kegiatan produksi perusahaan.
Pihak pengembang menargetkan sekitar 80 persen tenaga kerja yang terserap berasal dari masyarakat lokal, khususnya warga Batam dan wilayah sekitarnya.
Dengan proyeksi kebutuhan 20.000 hingga 30.000 tenaga kerja, target tersebut setara dengan sekitar 16.000 hingga 24.000 pekerja lokal apabila dapat terealisasi.
Target penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan kawasan industri berskala besar tersebut.
Selain membuka peluang kerja dalam jumlah besar, industri semikonduktor dan hilirisasi pasir silika juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan teknis dan kemampuan mengoperasikan teknologi khusus.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihak pengembang merencanakan program pelatihan tenaga kerja di luar negeri.
Sebanyak sekitar 20 orang direncanakan mengikuti pelatihan di Jerman untuk memperoleh kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Sekitar 20 orang direncanakan mengikuti pelatihan di Jerman untuk mendukung kebutuhan keahlian untuk perusahaan,” kata Akhmad Ma’ruf.
Program pelatihan tersebut menjadi bagian dari persiapan sumber daya manusia sebelum kegiatan industri berteknologi tinggi mulai beroperasi.
Pematangan Lahan Ditargetkan Dimulai Januari 2027Dari sisi pembangunan fisik, tahap awal pengembangan kawasan industri Wiraraja GESEIP akan dimulai dengan pekerjaan pematangan lahan atau cut and fill.
Pekerjaan tersebut mencakup proses penggalian dan penimbunan tanah untuk menyesuaikan kondisi serta ketinggian permukaan lahan sebelum pembangunan infrastruktur dilaksanakan.
Berdasarkan rencana awal pengembang, pekerjaan pematangan lahan ditargetkan mulai berlangsung pada Januari 2027.
Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun sebelum pembangunan fasilitas industri dapat dilanjutkan sesuai tahapan yang direncanakan.
“Berdasarkan perencanaan awal, pekerjaan cut and fill ditargetkan berlangsung selama satu tahun mulai Januari 2027,” jelas Akhmad Ma’ruf.
Penyelesaian pematangan lahan menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas produksi di kawasan industri tersebut.
Pelaksanaan pembangunan selanjutnya akan disesuaikan dengan kesiapan lahan, penyelesaian perizinan, dan kebutuhan pengembangan kawasan.
Pengembang Klaim Sudah Lakukan Pendekatan kepada Masyarakat GalangSelain mempersiapkan pembangunan fisik, pihak pengembang menyatakan telah melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat Kecamatan Galang sejak sebelum percepatan proyek diumumkan.
Komunikasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pembangunan kawasan industri yang akan berlangsung di wilayah tersebut.
Akhmad Ma’ruf menegaskan bahwa pendekatan kepada warga sekitar bukan merupakan kegiatan yang baru dilakukan setelah penandatanganan MoU.
“Sudah itu, kita sudah dari lama lakukan pendekatan ke masyarakat di sana, kalau tidak ini tidak mungkin terjadi,” ungkap Akhmad Ma’ruf.
Menurut pihak pengembang, komunikasi dengan masyarakat menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan proyek industri berskala besar.
Keterlibatan masyarakat sekitar juga berkaitan dengan rencana penyerapan tenaga kerja lokal yang ditargetkan mencapai 80 persen dari keseluruhan kebutuhan pekerja.
Investasi Rp175 Triliun Diharapkan Dorong Pertumbuhan Industri BatamPengembangan Wiraraja GESEIP di Kecamatan Galang diharapkan dapat meningkatkan aktivitas investasi di Batam, khususnya pada sektor hilirisasi bahan baku dan industri berbasis teknologi tinggi.
Keberadaan industri hilirisasi pasir silika dan semikonduktor juga diharapkan memperluas kegiatan ekonomi melalui pembangunan fasilitas produksi, infrastruktur pendukung, serta pembukaan lapangan pekerjaan.
Dengan luas pengembangan sekitar 851 hektare, proyek tersebut diarahkan menjadi kawasan industri terintegrasi yang memiliki fasilitas pendukung untuk menunjang kebutuhan perusahaan.
Rencana investasi Rp175 triliun menunjukkan besarnya skala pengembangan kawasan, dengan pelaksanaan pembangunan yang akan dilakukan secara bertahap.
Meski demikian, realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja masih bergantung pada penyelesaian berbagai tahapan proyek, termasuk perizinan, pematangan lahan, pembangunan infrastruktur, dan kesiapan operasional industri.
BP Batam bersama PT Galang Bumi Industri akan melanjutkan kerja sama melalui penyusunan rencana bisnis serta koordinasi percepatan perizinan setelah penandatanganan MoU.
Pengembangan PSN Wiraraja GESEIP di Galang ditargetkan dapat memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi industri sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.




