Menko Airlangga Optimistis Rupiah Tak Akan Sentuh Rp19.000 per Dolar AS

jpnn.com
16 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menepis proyeksi sejumlah analis mengenai risiko kejatuhan nilai tukar rupiah ke angka Rp19.000 dengan menegaskan stabilitas indikator makroekonomi domestik.

Sebab, ia menilai kondisi makroekonomi Indonesia saat ini masih relatif stabil.

BACA JUGA: Kurs Dolar AS Terjun Bebas, Enam Mata Uang Naik Daun

"Ya, kita lihat saja, tetapi kami lebih optimistis (rupiah tidak tembus Rp19.000 per dolar AS). Nanti kita lihat, kami optimis dengan kondisi makroekonomi," kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu bergerak melemah 28 poin atau 0,15 persen menjadi Rp18.184 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.156 per dolar AS.

BACA JUGA: Rupiah Pagi Ini Melemah Menjadi Rp 14.173, Bersamaan Jatuhnya Kurs Dolar AS

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa pergerakan rupiah dan mata uang kawasan hari ini masih dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah, merespons kondisi nilai tukar yang hampir menyentuh level Rp18.200 per dolar AS.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan BI pada sore ini tercatat berada pada level Rp18.183 per dolar AS.

BACA JUGA: Ini Proyeksi Pemerintah soal Kurs Dolar AS dalam RAPBN 2019

"Kondisi ini menjaga harga minyak tetap tinggi, di atas 115 dolar AS per barel, serta meningkatkan risiko fiskal ke depan. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS juga meningkat," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa sentimen risk-off yang memburuk mendorong penguatan dolar AS dan arus keluar dana dari pasar negara emerging markets. Kondisi ini terjadi di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.

Dari domestik, kekhawatiran atas potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI turut menekan aliran dana. Kebutuhan valas domestik yang meningkat menjelang akhir bulan juga menambah tekanan.

Erwin mencatat pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang kawasan.

Secara bulanan, rupiah melemah 1,15 persen. Sementara itu, cadangan devisa tetap terjaga sebesar 146,3 miliar dolar AS pada akhir September 2026.

BI juga terus hadir di pasar untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga sesuai fundamentalnya.

Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan spot. Selain itu, BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Bank Indonesia terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya," kata Erwin.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Tembus Top 50 Emiten BigCap IICD 2026, Tata Kelola Jadi Fondasi Kinerja Solid yang Berkelanjutan
• 50 menit laluidxchannel.com
thumb
Singapura Panggil 10 Bos Perusahaan soal Kabut Asap, Wilmar-Sinar Mas
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mimpi Ibu Nyai Farida Salahuddin Wahid tentang Gus Sholah dan Emil Dardak, Pagi Itu Ada Kabar dari ITB
• 23 jam laluberitajatim.com
thumb
IHSG Dibuka ke Level 5.305 Hari Ini
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ayudiah Rivana, Atlet Silat yang Meninggal Usai Operasi Jari Punya Segudang Prestasi
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.