Padang, VIVA – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menyampaikan pesan keterbukaan politik sekaligus melecut semangat kader PSI Sumatera Barat agar tidak ragu berproses, bekerja keras, dan membesarkan partai di daerah.
Pesan tersebut disampaikan Ahmad Ali dalam kegiatan Konsolidasi dan Pengarahan Ketua Harian DPP PSI bersama jajaran DPW PSI Sumatera Barat di Hotel Santika Padang, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPW PSI Sumatera Barat H. Hendrajoni, S.H., M.H., Ketua Bappilu DPP PSI Raihan Ariatama, Ketua DPP Bidang Politik Bestari Barus, serta Ketua Badan Saksi Nasional PSI Benedictus Papa.
Dalam arahannya, Ahmad Ali menegaskan bahwa DPP PSI berkomitmen mendorong dan mendukung pengembangan partai di Sumatera Barat. Menurutnya, perkembangan organisasi membutuhkan konsolidasi yang kuat, kerja keras kader, serta kesediaan seluruh jajaran untuk bergerak bersama.
“Ini merupakan hal penting bagi Sumatera Barat. Kita menyadari PSI masih kecil dan kita dari DPP akan mendorong dan mendukung untuk menyukseskan PSI di Sumatera Barat,” ujar Ahmad Ali.
Ia juga meminta kader agar tidak terpengaruh oleh anggapan yang mengidentikkan PSI dengan kelompok atau agama tertentu. Ahmad Ali menegaskan bahwa PSI membuka ruang bagi masyarakat dari beragam latar belakang untuk bergabung dan berproses dalam partai.
“Jangan termakan dengan isu yang menyatakan bahwasanya PSI ini partai kafir, partai agama tertentu. Saya nyatakan bahwa PSI ini Partai Super Terbuka yang semua saja bisa masuk dan berproses di PSI,” tegasnya.
Untuk menggambarkan keterbukaan dalam perjalanan politik, Ahmad Ali turut menceritakan pengalamannya yang pernah membantu dan mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pilpres 2024, sebelum kemudian berkiprah di PSI.
“Saya ini dulu orang yang membantu dan mendukung Anies Baswedan menjadi calon presiden dan berlaga di Pilpres 2024. Hari ini saya bisa berkiprah di PSI,” ungkap Ahmad Ali.
Pengalaman tersebut menjadi pesan bahwa perjalanan politik seseorang dapat berkembang dan berubah. Menurut pesan yang disampaikan dalam pengarahan itu, kader perlu berfokus pada kesempatan untuk berkontribusi, membangun organisasi, dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.





