Cebu: Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. mengingatkan negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) agar tidak membiarkan perbedaan di antara mereka memecah persatuan kawasan.
Pernyataan itu disampaikan Teodoro saat membuka Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN ke-20 (ADMM) di Cebu, Filipina, pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn dan para menteri pertahanan negara anggota menghadiri pertemuan tersebut, menurut keterangan ASEAN melalui platform media sosial X.
Filipina, yang saat ini memegang keketuaan ASEAN, menjadi tuan rumah pertemuan dengan tema “Navigating Our Future, Together” atau Menavigasi Masa Depan Bersama.
Pertemuan itu menghasilkan pernyataan bersama para menteri pertahanan ASEAN untuk memperingati 50 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara serta 20 tahun penyelenggaraan ADMM.
Para menteri pertahanan juga menyepakati sejumlah inisiatif dan kegiatan baru dalam kerangka ADMM. Sengketa Laut Cina Selatan Dalam sambutannya, Teodoro mendesak negara-negara anggota menyelesaikan perselisihan regional, termasuk sengketa di Laut Cina Selatan, melalui jalur damai dan sesuai hukum.
“ASEAN didirikan atas keyakinan bahwa kekuatan kita terletak pada keberagaman. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan perbedaan memecah persatuan dari dalam. Jika terdapat perbedaan, termasuk di Laut China Selatan, kita harus menyelesaikannya melalui cara-cara damai dan sesuai hukum,” kata Teodoro, dikutip media berbahasa Inggris Filipina, Rappler.
Para kepala pertahanan ASEAN juga dijadwalkan menghadiri Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus ke-13 (ADMM-Plus).
Forum tersebut turut mencakup pertemuan terpisah dengan para pejabat pertahanan dari Amerika Serikat, India, Jepang, Australia, dan Korea Selatan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun tidak menghadiri pertemuan tersebut. Beijing diwakili atase pertahanan Kedutaan Besarnya di Manila.
Baca juga: Menhan AS Usulkan Kerangka Kerja Sama Pertahanan Ambisius dengan ASEAN




