Pantau - Presiden Brasil terpilih Luiz Inacio Lula da Silva mengecam keputusan kandidat presiden Flavio Bolsonaro yang dilaporkan pergi ke Amerika Serikat (AS) bersama keluarganya setelah mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden Brasil.
Lula menilai kepergian Flavio Bolsonaro setelah pemilu sebagai tindakan memalukan yang menunjukkan sikap tidak menghormati masyarakat Brasil yang telah menggunakan hak pilihnya dalam proses demokrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Lula sebagaimana dikutip CNN Brasil, menyusul laporan mengenai keberangkatan Flavio Bolsonaro ke Amerika Serikat setelah putaran kedua pemilihan presiden pada 25 Oktober.
Lula mempertanyakan alasan seorang kandidat yang baru saja kalah dalam pemilihan umum memilih meninggalkan negaranya sendiri.
Lula Curigai Kepergian Flavio Bolsonaro ke Amerika SerikatLula menyatakan bahwa seseorang yang tidak menyembunyikan sesuatu seharusnya tidak memiliki alasan untuk merasa takut ataupun meninggalkan negaranya setelah pemilihan umum.
"Saya bertanya-tanya apa yang ada dalam hati nurani seseorang yang baru saja kalah dalam pemilu dan melarikan diri dari negaranya sendiri. Jika Anda tidak menyembunyikan apa pun, Anda tidak perlu takut," kata Lula, seperti dikutip CNN Brasil.
Lula juga menyoroti laporan bahwa Flavio Bolsonaro meninggalkan Brasil secara diam-diam setelah pelaksanaan pemilihan presiden.
Menurutnya, tindakan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya sesuatu yang ingin disembunyikan dari publik.
"Seseorang yang diam-diam meninggalkan negara ini tentu memiliki sesuatu untuk disembunyikan. Tidak perlu mengeklaim bahwa tidak ada demokrasi di sini," lanjutnya.
Selain mempertanyakan kepergian Flavio Bolsonaro, Lula turut melontarkan kritik terhadap keluarga Bolsonaro terkait sikap politik mereka terhadap Brasil dan Amerika Serikat.
Lula menuduh keluarga Bolsonaro memperlakukan Brasil sebagai tanah air kedua karena dianggap lebih mengutamakan loyalitas kepada Amerika Serikat dibandingkan negaranya sendiri.
Pengadilan Brasil Perintahkan Flavio Bolsonaro Serahkan PasporDi tengah polemik tersebut, pengadilan Brasil dilaporkan memerintahkan Flavio Bolsonaro untuk menyerahkan paspornya pada Senin sebagai bagian dari penyelidikan dugaan tindak pidana pencucian uang.
Flavio Bolsonaro merupakan putra sulung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang turut menjadi sorotan dalam perkembangan politik negara tersebut setelah pemilihan presiden.
Perintah penyerahan paspor itu berkaitan dengan proses penyelidikan dugaan pencucian uang yang sedang ditangani otoritas hukum Brasil.
Meski demikian, Flavio Bolsonaro membantah tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan tindak pidana tersebut.
Hingga laporan tersebut disampaikan, penyelidikan masih menjadi perhatian di tengah kritik Lula terhadap keputusan Flavio Bolsonaro meninggalkan Brasil.
Lula Menangi Pilpres Brasil dengan 51,79 Persen SuaraBerdasarkan hasil pemilihan presiden yang disebutkan dalam laporan, Luiz Inacio Lula da Silva memenangkan putaran kedua pemilihan presiden Brasil pada 25 Oktober dengan memperoleh 51,79 persen suara.
Sementara itu, Bolsonaro yang menjadi lawannya dalam kontestasi tersebut memperoleh 48,21 persen suara.
Perolehan suara tersebut memastikan kemenangan Lula da Silva dan memberinya mandat untuk kembali memimpin Brasil.
CNN Brasil melaporkan bahwa Flavio Bolsonaro telah tiba di Amerika Serikat bersama anggota keluarganya setelah kemenangan Lula dalam pemilihan presiden.
Keberangkatan tersebut menjadi sorotan karena berlangsung di tengah perkembangan politik pascapemilu dan proses penyelidikan hukum yang melibatkan Flavio Bolsonaro.
Gedung Putih Beri Keterangan soal Visa Keluarga BolsonaroSecara terpisah, perwakilan Gedung Putih memberikan keterangan kepada kantor berita RIA Novosti mengenai rencana penerbitan visa bagi Bolsonaro dan anggota keluarganya.
Menurut perwakilan Gedung Putih, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat akan menerbitkan visa yang memungkinkan Bolsonaro beserta keluarganya memasuki wilayah AS.
Keterangan tersebut muncul di tengah perhatian terhadap keberadaan keluarga Bolsonaro di Amerika Serikat setelah pemilihan presiden Brasil.
Perkembangan ini turut menambah sorotan terhadap situasi politik Brasil, terutama terkait kritik Lula terhadap keluarga Bolsonaro dan penyelidikan dugaan pencucian uang yang masih berlangsung.




