Hujan lebat yang mulai mengguyur Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, tidak serta-merta memadamkan sisa-sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bara api di lahan semi-gambut kawasan Lingkar Citra terpantau masih mengepulkan asap tebal ke permukiman warga meski telah diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Apriani, menjelaskan bahwa kawasan tersebut memiliki karakteristik lahan semi-gambut yang tingkat kesulitannya menyerupai lahan gambut murni. Api membakar tumpukan semak belukar hingga jauh ke dalam tanah, sehingga guyuran hujan saja tidak cukup untuk memadamkannya secara menyeluruh.
"Daerah Lingkar Citra ini bukan gambut penuh, melainkan semi-gambut. Tantangannya agak mirip, sulit dipadamkan dan membutuhkan penyiraman berkali-kali karena tumpukan semak belukar di bawahnya menjadi bahan bakar api," ujar Rizka saat memantau lokasi karhutla, dikutip dari Breaking News, Metro TV, Rabu 28 Oktober 2026.
Baca Juga :
Hotspot Karhutla Turun Jadi 79 Titik, Enam Provinsi NihilUntuk mengatasi hal tersebut, Satgas Karhutla gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, dan Manggala Agni telah berjibaku memadamkan api di kawasan Lingkar Citra selama kurang lebih dua minggu. Polres Ogan Ilir bahkan mengerahkan kendaraan taktis Armored Water Cannon (AWC) milik Satuan Samapta untuk memaksimalkan proses pendinginan lahan.
"Curah hujan yang turun ini tidak membuat kita lengah. Kami tetap memantau melalui patroli di wilayah-wilayah yang memang rawan karhutla. Apabila masih ada titik api, langsung kita lakukan upaya pemadaman tanpa harus menunggu hujan," tegas Kapolres.
Di lapangan, bara api di lahan semi-gambut tersebut diperkirakan terjebak hingga kedalaman 2 sampai 5 meter di bawah permukaan tanah. Kondisi tanah yang telah hangus terbakar menjadi sangat rapuh, sehingga petugas harus ekstra waspada agar tidak terperosok ke dalam bara gambut saat melakukan pendinginan.




