JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengumpulkan para atase militer, atase pertahanan, atase matra, serta perwakilan militer negara sahabat dalam kegiatan Military Attaché (MILAT) Tour 2026 di Bandung, Jawa Barat, pada 26–28 Oktober 2026.
Kegiatan ini digelar dalam rangka mempererat persahabatan dan memperkuat kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan negara-negara sahabat.
Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI, Mayjen TNI Rio Firdianto, menyambut langsung para delegasi dalam rangkaian kegiatan tersebut. Dalam jamuan makan malam pembukaan MILAT Tour 2026, Rio menegaskan pentingnya agenda ini untuk memperkuat hubungan antarmiliter.
"Kegiatan ini tidak sekadar menjadi kunjungan, tetapi juga merupakan sarana strategis untuk memperdalam hubungan bilateral, meningkatkan saling pengertian, serta memperkuat kemitraan pertahanan melalui interaksi dan pertukaran pengalaman antarpersonel militer,” bunyi keterangan resmi Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Rabu (28/10/2026).
Selain memperkuat kerja sama pertahanan, kegiatan ini menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada para perwakilan asing.
“Selain itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya, tradisi, dan warisan Indonesia, khususnya Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat, kepada para peserta dari negara sahabat,” lanjut keterangan tersebut.
Rangkaian MILAT Tour 2026 meliputi kunjungan ke Markas Kodam III/Siliwangi serta pertemuan dengan para pejabat militer di wilayah Bandung, termasuk perwakilan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bandung dan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara.




